Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek-Dikti (SDID) Kemenristekdikti, Ali Ghufron Mukti. Medcom.id/M. Syahrul Ramadhan
Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek-Dikti (SDID) Kemenristekdikti, Ali Ghufron Mukti. Medcom.id/M. Syahrul Ramadhan

Diaspora Diharapkan Berkontribusi Wujudkan SDM Unggul

Nasional diaspora indonesia Diaspora
Muhammad Syahrul Ramadhan • 19 Agustus 2019 00:37
Jakarta: Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek-Dikti (SDID) Kemenristekdikti, Ali Ghufron Mukti meminta ilmuwan diaspora yang ikut dalam Simposium Cendekia Kelas Dunia (SCKD) 2019 dapat memberikan kontribusi bagi bangsa. Terutama, dalam melakukan lompatan-lompatan pembangunan untuk peningkatan sumber daya manusia sesuai visi Presiden Joko Widodo.
 
"Kita ketahui bahwa tidak ada bangsa yang bisa berkembang dengan cepat tanpa penguasaan ilmu pengetahuan teknologi makanya kita berharap para diaspora semua betul-betul memberikan kontribusi," kata Ghufron dalam gala dinner SCKD 2019 di di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Minggu, 18 Agustus 2019.
 
Ghufron menambahkan forum SCKD ini bukan hanya sekedar seremonial. Melainkan, sebuah program yang dibangun berkesinambungan, sehingga para diaspora bisa berkontribusi. "Kita ingin merancang, merencanakan kegiatan diaspora yang lebih sistematik lebih kontinu dan lebih terukur dan memberikan hasil," ujarnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selama ini, kata Ghufron, mengundang ilmuwan diaspora pulang ke Tanah Air berarti harus membangun Indonesia dan tidak kembali ke negara mereka berkarir. Tapi, paradigma itu ingin diubah. Para diaspora justru dianggap bisa berkontribusi dengan menjadi jembatan tanpa perlu pulang ke Indonesia.
 
"Kita berikan dua pilihan bisa pulang tapi tidak harus pulang masih tetap di institusi dan negaranya masing-masing, ini merupakan jembatan ilmuwan antara ilmuwan dalam negeri dan luar negeri," jelas Ghufron.
 
Sebanyak 57 ilmuwan diaspora yang berasal dari 15 negara hadir dalam gelaran kolaborasi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (1-4), dan Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI). Wakil Presiden Jusuf Kalla dijadwalkan membuka SCKD 2019 pada Senin, 19 Agustus 2019.
 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif