Ilustrasi sakit. Pexels
Ilustrasi sakit. Pexels

Langkah Pemerintah Cegah Hepatitis Akut Diapresiasi

Nasional penyakit menular kemenkes DPR RI Hepatitis Akut
Medcom • 10 Mei 2022 13:55
Jakarta: Anggota Komisi IX Rahmad Handoyo mengapresiasi langkah pemerintah mencegah penyakit hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya. Dia mengajak masyarakat mengikuti kebijakan pemerintah.
 
"Penunjukan Rumah Sakit Sulianti Saroso sebagai rumah sakit rujukan dan Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia sebagai tempat pemeriksaan spesimen sudah tepat dan kita ikuti," kata Rahmad, Selasa, 10 Mei 2022.
 
Rahmad mengatakan hepatitis akut sudah menjadi penyakit luar biasa di berbagai negara. Data Kementerian Kesehatan, ada empat kasus dugaan penularan hepatitis akut di Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rahmad mengajak masyarakat tidak berasumsi terkait penyebab hepatitis akut. "Saya pikir kita serahkan ke ahlinya terkait penyebab dan bagaimana pengobatannya," ujar dia.
 
Menurut dia, keputusan pemerintah menerbitkan Surat Edaran Kewaspadaan ke dinas kesehatan di seluruh kabupaten/kota sudah tepat agar masyarakat tidak panik, namun terus meningkatkan kewaspadaan dan hati-hati. Masyarakat harus mempelajari gejala dan langkah pencegahan hepatitis akut.
 
"Ikuti anjuran pemerintah. Segera ke rumah sakit bila ada gejala berat terpapar hepatitis, agar potensi tertolong semakin besar," ujar Rahmad.
 
Baca: 1 Pasien Terduga Hepatitis Akut dari Bekasi Dirujuk ke RSCM
 
Kemenkes telah meningkatkan kewaspadaan dalam dua minggu terakhir usai Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan kasus hepatitis akut yang menyerang anak-anak sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Para ahli masih meneliti penyebab penyakit ini.
 
Di dunia maya sempat beredar informasi bahwa vaksin covid-19 merupakan penyebab hepatitis akut. Kemenkes sudah membantah informasi tersebut. "Itu tidak benar. Kejadian saat ini tidak ada bukti berhubungan dengan vaksinasi Covid-19," kata Lead Scientist kasus hepatitis aku0t Hanifah Oswari.
 
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengajak masyarakat mencegah penularan infeksi dengan rajin mencuci tangan pakai sabun atau cairan disinfektan. Minum air bersih yang matang, makan makanan bersih dan matang sepenuhnya, membuang tinja atau popok sekali pakai pada tempatnya, menggunakan alat makan sendiri-sendiri, memakai masker, dan menjaga jarak.
 
"Untuk deteksi dini, apabila menemukan anak-anak dengan gejala seperti mual, muntah, diare, nyeri perut, kuning pada mata, penurunan kesadaran, kejang, lesu, dan demam tinggi, agar diperiksa di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat," kata Ketua Umum IDAI Piprim B. Yanuarso.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif