Presiden Joko Widodo/Biro Pers Sekretariat Presiden.
Presiden Joko Widodo/Biro Pers Sekretariat Presiden.

Jokowi Ingatkan Potensi Kenaikan Harga Pangan dan Energi Global

Kautsar Widya Prabowo • 21 Mei 2022 22:55
Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Indonesia berpotensi menghadapi kenaikan harga pangan dan energi yang signifikan. Mayoritas negara di dunia tengah menghadapi hal tersebut.
 
"Yang pertama, energi, energi ini berarti BBM, gas, listrik semuanya naik, semua negara. Yang kedua pangan, naik semuanya,” ujar Presiden Jokowi dalam sambutannya saat meresmikan Pembukaan Rapat Kerja Nasional V Projo Tahun 2022 di Kabupaten Magelang, pada Sabtu, 21 Mei 2022.
 
Meski tidak mudah, pemerintah berupaya agar tidak terjadi lonjakan kenaikan harga di kedua sektor itu. Jokowi memberikan contoh kebijakan yang ditempuh pemerintah, salah satunya agar harga minyak goreng tidak naik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Krisis Pangan, Bank Dunia Rogoh USD30 Miliar
 
"Akhirnya saya setop, setop minyak goreng enggak boleh ekspor. Tetapi itu juga kebijakan yang tidak mudah,” kata Presiden.
 
Setelah ekspor minyak goreng disetop, harga tandan sawit jatuh. Hal ini berdampak terhadap 17 juta orang tenaga kerja, baik sebagai petani maupun pekerja.
 
“Negara ini mencari keseimbangan seperti itu tidak mudah, jangan dipikir gampang, tidak mudah. Begitu juga selain urusan petani, urusan pekerja di sawit, juga urusan income negara,” kata dia.
 
Di sisi lain, Presiden bersyukur harga beras relatif stabil dan stoknya mencukupi. Dalam tiga tahun terakhir, kata Presiden, impor beras sangat kecil.
 
“Biasanya kita impor 1,1 juta sampai 2 juta ton per tahun, sudah tiga tahun ini kita tidak. Ini yang harus dipertahankan. Syukur stoknya bisa kita perbesar. Artinya produktivitas petani itu harus ditingkatkan,” jelas Presiden.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif