ilustrasi/medcom.id
ilustrasi/medcom.id

MUI Diminta Libatkan BIN dan BNPT Periksa Anggota yang Terpapar Teroris

Nasional terorisme MUI Teroris bin radikalisme densus 88 BNPT
Anggi Tondi Martaon • 21 November 2021 13:49
Jakarta: Majelis Ulama Indonesia (MUI) diminta memeriksa anggota mereka terkait jaringan teroris. Mereka diminta menggandeng lembaga terkait untuk melakukan hal tersebut.
 
"Saran kami sebaiknya MUI menggandeng Badan Intelijen Negara (BIN) dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Densus 88 melakukan profiling seluruh jajaran MUI hingga daerah-daerah," kata Ketua DPP GP Ansor Luqman Hakim dalam program Crosscheck Medcom.id bertema MUI Disusupi JI Negara Bukan Anti Ulama, Minggu, 21 November 2021.
 
Wakil Ketua Komisi II DPR itu menyampaikan pemeriksaan perlu dilakukan untuk mengidentifikasi anggotanya yang terpapar paham radikal. Apalagi setelah Densus 88 menangkap anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) nonaktif Ahmad Zain An-Najah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Siapa pun yang duduk di kepengurusan MUI itu betul-betul terhindar jauh dari kemungkinan terpapar paham radikal dan terorisme," ungkap Luqman.
 
Baca: Polri-BNPT Disarankan Cari Jubir Jelaskan Penindakan Teroris Bukan Islamophobia
 
Jika pemeriksaan tidak dilakukan, maka jaringan teroris semakin menggerogoti MUI. Dia mengkhawatirkan hal itu akan merusak MUI.
 
"Makanya lebih baik MUI sendiri yang melakukan upaya bersih-bersih ke dalam," sebut dia.
 
Saran menggandeng BIN dan BNPT karena MUI dinilai tak akan mampu memeriksa secara keseluruhan anggota mereka. Sebab, MUI memiliki keterbatasan dalam memeriksa rekam jejak seseorang.
 
"Maka penting menggandeng BIN, BNPT, dan Densus 88 untuk bersih-bersih ke dalam sekarang," ujar Luqman.
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif