Presiden Joko Widodo. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden

Presiden Jokowi Didukung Jadi Pahlawan Dunia Selamatkan Alam

Nasional Jokowi cuaca ekstrem perubahan iklim Emisi Gas Rumah Kaca mangrove Muhaimin Iskandar Energi Hijau
Anggi Tondi Martaon • 09 November 2021 10:42
Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) didukung menjadi pahlawan dunia. Pasalnya, Kepala Negara berkomitmen menangani perubahan iklim. 
 
"Setahun ke depan adalah kesempatan emas Jokowi dan dunia, jadi pahlawan dalam menyelamatkan alam," kata Ketua Umum (Ketum) PKB Muhaimin Iskandar melalui keterangan tertulis, Selasa, 9 November 2021.
 
Wakil Ketua DPR itu meminta seluruh pihak membantu Jokowi mengatasi dampak perubahan iklim. Apalagi, Indonesia memiliki kompetensi tersebut. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita menjadi paru-paru dunia, karena hutan alam kita dan hutan mangrove. Kita akan dan telah menyerap karbon dalam skala raksasa," ungkap pria yang akrap disapa Cak Imin.
 
Di sisi lain, Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki kerentanan ekstrem akibat perubahan iklim. Seperti naiknya permukaan laut, curah hujan ekstrem, dan kegagalan panen. 
 
Maka, peran seluruh pihak sangat diperlukan. Solusi perubahan iklim harus hadir sebagai masalah yang urgen dan mendesak.
 
"Kita perlu menggunakan pendekatan a whole government dan a whole society untuk mencapai target peak emission nasional dan carbon net sink FoLU (Forestry and other Land Use) pada tahun 2030 dan Net Zero Emission pada tahun 2060 atau lebih cepat," tegas Cak Imin.
 
Menurut dia, ada dua cara mengatasi menilai perubahan iklim, yakni perubahan kebijakan dan perubahan perilaku. Cak Imin menekankan peranan teknologi dan investasi teknologi hijau harus ditingkatkan.
 
Baca: Langkah PLN untuk Mempercepat Transisi Menuju Energi Bersih
 
Dia meyakini ini peluang besar bagi sektor bisnis, baik perusahaan swasta maupun BUMN. Teknologi yang dimaksud adalah efisiensi energi, pemanfaatan hidrogen, transportasi berbasis listrik, pemanfaatan energi surya, dan energi angin.
 
Indonesia harus mampu produksi alat-alat dan produk yang murah terjangkau agar perluasan energi terbarukan dapat di-scalling up.
 
"Sudah waktunya kita, Indonesia, memulai kebijakan dan investasi untuk menggunakan teknologi untuk mengurangi emisi dalam upaya transisi ekonomi menuju energi hijau, ekonomi hijau, ekonomi rendah karbon selama 3-4 dekade ke depan," kata Cak Imin.
 
Menurut dia, sudah waktunya negara mendorong kaum muda dan organisasi masyarakat sipil melek teknologi hijau. Hal ni penting demi perubahan perilaku di masyarakat melalui berbagai pendidikan, literasi, aksi kolektif warga.
 
"Msalnya perlindungan hutan, satwa, dan fauna, pengurangan penggunan plastik, pengolahan sampah," ujarnya.
 
Cak Imin menyampaikan hal itu bisa terwujud jika Indonesia memiliki sosok kepemimpinan yang kuat. Sehingga dapat memandu semua sektor untuk bersama-sama berubah dan melaksanakan transisi ekonomi. 
 
"Kami siap mendukung pemerintah untuk melaksanakan transisi tersebut dan kita dukung Pak Jokowi menjadi pahlawan dunia dalam menyelamatkan bumi ini," ucap Cak Imin.
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif