KRI Sutedi Senoputra-378 (kiri) dan KRI Teuku Umar-385 (kanan) berlayar meninggalkan Faslabuh Lanal Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Kamis (9/1/2020). ANT/M Risyal Hidayat.
KRI Sutedi Senoputra-378 (kiri) dan KRI Teuku Umar-385 (kanan) berlayar meninggalkan Faslabuh Lanal Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Kamis (9/1/2020). ANT/M Risyal Hidayat.

Indonesia-Tingkok Tak Berselisih Soal Natuna

Nasional Laut Natuna Utara
Cindy • 25 Januari 2020 01:35
Jakarta: Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Xiao Qian mengakui Natuna adalah milik Indonesia dan tak ada perselisihan terkait teritorial dengan Indonesia. Hal itu juga diamini Pangkoarmada I Laksamana Muda TNI AL Muhammad Ali.
 
"Ya (tidak ada masalah dengan China), hanya ada beberapa pemahaman yang berbeda terkait dengan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) itu," kata Ali di Kantor Kahmi Centre, Jakarta Selatan, Jumat, 24 Januari 2020.
 
Ali menuturkan, hubungan antara Indonesia dan Tiongkok masih berlangsung baik. Kedua negara hanya tak sepaham soal nine dash line atau sembilan garis putus yang digambarkan secara sepihak oleh Tiongkok.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Secara umum tidak ada, hubungan tetap baik (dengan Tiongkok)," ucap Ali.
 
Sebelumnya, Xiao menegaskan tidak ada perselisihan antara Indonesia dan Tiongkok soal batas teritorial. Tiongkok mengakui perairan Natuna bagian dari wilayah Indonesia.
 
"Perselisihan sebenarnya adalah karena ada overlaping area perairan. Dan ini berbeda dari perselisihan teritorial. Dalam isu ini, kita punya pandangan sendiri, Indonesia juga punya pandangan sendiri. Kita punya pandangan berbeda, dan ini tidak masalah," kata Xiao.
 
Pemerintah Indonesia memberikan nota protes diplomatik kepada Pemerintah Tiongkok atas insiden di Natuna. Nota protes atas pelanggaran Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia dilayangkan Kementerian Luar Negeri setelah kapal penjaga pantai Tiongkok mengawal nelayan untuk mencuri ikan di perairan Indonesia itu. Selain memberikan nota protes, Kemenlu juga memanggil Duta Besar Tiongkok untuk menyampaikan protes kerasnya.
 
Sementara itu, Tiongkok, lewat juru bicara Kemenlu mereka, Geng Shuang menjawab nota protes Indonesia dengan mengatakan negaranya tidak melanggar hukum internasional berdasarkan Konvensi Hukum Laut PBB (UNCLOS).
 
Menurut mereka, Natuna masuk dalam sembilan garis putus yang ditetapkan Tiongkok secara historis. Sembilan garis putus atau yang disebut nine dash line adalah wilayah historis yang diklaim Tiongkok di Laut China Selatan.
 
Namun, berdasarkan UNCLOS, perairan Natuna merupakan wilayah ZEE Indonesia. Kemenlu RI meminta Tiongkok untuk menghormati keputusan UNCLOS 1982 atas hak berdaulat Indonesia di ZEE tersebut.
 

(DMR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif