Ilustrasi. AFP PHOTO/Bay ISMOYO
Ilustrasi. AFP PHOTO/Bay ISMOYO

Proyek Infrastruktur Nasional Harus Mengutamakan Tenaga Kerja Indonesia

Antara • 12 Februari 2022 09:04
Jakarta: Proyek infrastruktur nasional yang melibatkan kontraktor asing diminta tetap mengutamakan tenaga kerja (naker) Indonesia. Pemerintah diharap tidak mengabaikan kemampuan tenaga kerja Tanah Air.
 
"Kemampuan tenaga kerja Indonesia sangat mampu untuk mengerjakan berbagai proyek infrastruktur berskala dunia," kata anggota Komisi IX DPR Fraksi PKS Kurniasih Mufidayati dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, 12 Februari 2022.
 
Ini disampaikan Mufidayati menanggapi temuan Bappenas terkait adanya tenaga las dari tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Apalagi, saat ini tenaga kerja Indonesia masih terpukul karena dampak pandemi covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Yang kita harapkan optimalisasi tenaga kerja Indonesia karena memiliki potensi yang sangat besar apalagi di tengah pandemi banyak yang terdampak, kena PHK atau pengurangan pendapatan," kata Mufidayati.
 
Mufidayati menyebut semangat mendahulukan tenaga kerja Indonesia seharusnya dilakukan karena Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin menjadikan SDM Indonesia yang unggul. Semangat Jokowi itu harus diimplementasikan dengan mengutamakan penggunaan tenaga kerja Indonesia pada semua jenis jabatan yang tersedia.
 
"Jikalau harus menggunakan TKA ada kewajiban menyertakan tenaga kerja pendamping dari Indonesia untuk alih teknologi. Pertanyaannya untuk TKA di sini, apakah dipatuhi ada tenaga kerja pendamping untuk alih teknologi?" kata dia.
 
Baca: Proyek Kereta Cepat Sudah Sumbang Penerimaan Negara Rp5,34 Triliun
 
Soal alih teknologi, kata Mufidayati, sejak awal pengajuan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA), pemerintah seharusnya sudah tahu peruntukan TKA di Indonesia. Salah satunya untuk pekerjaan tertentu sehingga di awal bisa diantisipasi dengan mengirim tenaga kerja Indonesia belajar metode dengan cara upskilling dan reskilling.
 
Dia mengingatkan ada 1.500 pekerja migran Indonesia yang mengerjakan proyek infrastruktur di beberapa negara. Termasuk mengirim 500 tenaga ahli untuk proyek pembangkit listrik di beberapa negara seperti Irak, Bangladesh, dan Vietnam.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif