Pengibaran Bendera HTI Sistematis dan Terencana

M Sholahadhin Azhar 25 Oktober 2018 06:13 WIB
pembubaran hti
Pengibaran Bendera HTI Sistematis dan Terencana
Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas. Metrotvnews.com/ Rofahan
Jakarta: Pengibaran bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) tidak hanya terjadi di Garut, Jawa Barat. Menurut Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor Yaqut Cholil Qoumas tindakan itu dilakukan di beberapa tempat saat peringatan hari santri.

"Ini menunjukkan dugaan bahwa ada aksi pengibaran bendera HTI yang dilakukan secara sistematis dan terencana," kata Yaqut melalui keterangan resminya, Rabu, 24 Oktober 2018.

Kata dia, peristiwa serupa terjadi di Kota Tasikmalaya, Sumedang, Cianjur, Kabupaten Bandung Barat dan Kota Semarang. Yaqut mengutip pernyataan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto yang mengidentifikasikan bendera tersebut merupakan bendera HTI. 


Dengan demikian, kata Yaqut, semua pihak sepakat bahwa yang dibakar adalah bendera HTI. "Kami menolak secara tegas bahwa bendera HTI tersebut diidentikkan atau dinyatakan seakan-akan sebagai bendera tauhid," kata dia.

Yaqut menyebut tindakan membakar bendera HTI sebagai upaya mencegah provokasi. Sebab pengibadan bendera itu dianggap provokatif dan memanfaatkan lafadz tauhid untuk gerakan politik khilafah. 

Pihaknya, kata dia, meminta kepolisian menegakkan hukum yang berimbang. "Termasuk (penegakan hukum) kepada oknum-oknum di mana pun berada yang mengibarkan atau membawa bendera HTI," imbuh dia.

Terakhir, ia juga meminta kader GP Ansor dan Banser belajar agar jangan mudah terpancing oleh sesuatu yang provokatif. Terutama di tahun politik seperti saat ini sebab banyak pihak tengah berupaya mempolitisasi segala hal untuk kepentingan mereka. 

"Agar tidak mudah terpancing oleh mereka yang suka mempolitisir segala hal untuk kepentingan yang bukan kepentingan Indonesia dan bangsa Indonesia," tandas dia.
 



(SCI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id