medcom.id, Jakarta: Kunjungan Raja Arab Saudi ke Indonesia menjadi peluang bagi kedua negara untuk mempererat kerja sama. Perlindungan tenaga kerja Indonesia harus jadi salah satu bahasan penting dalam pertemuan.
"Topik tentang pekerja Indonesia mesti dijadikan sebagai prioritas," kata Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay dalam keterangan yang diterima Metrotvnews.com, Rabu 1 Maret 2017.
Baca: Istana tak Bisa Ungkap Biaya Kunjungan Kenegaraan Raja Arab
Saleh meminta pemerintah memanfaatkan kunjungan Raja Salman untuk meningkatkan perlindungan pekerja migran Indonesia di Saudi. Sebab, Saudi merupakan salah satu negara yang paling banyak menerima pekerja Indonesia.
Berdasarkan data Bank Indonesia, setidaknya ada sekitar 1 juta TKI di Arab Saudi. Tiap tahun ada 20 ribu TKI yang ditempatkan di Saudi. Sebagai salah satu negara yang banyak menerima pekerja Indonesia, dipastikan persoalan yang dihadapi para pekerja makin beragam. "Saat ini, di Saudi ada 25 WNI yang bermasalah hukum dengan ancaman hukuman mati," kata politikus PAN ini.
Sebanyak 12 orang didakwa karena pembunuhan. Lima orang dituduh memakai sihir, dan delapan lainnya karena zina. Di luar itu, masih banyak masalah hukum lain yang dihadapi oleh WNI, walaupun tidak sampai didakwa hukuman mati.
Pemerintah dituntut bersungguh-sungguh dalam melindungi WNI. Termasuk lewat jalur diplomasi dengan pihak Kerajaan Saudi yang kebetulan ada kunjungan dari pihak Kerajaan Saudi.
Seperti diketahui, kunjungan kenegaraan Raja Salman merupakan kali kedua raja Arab menginjakan kaki di Tanah Air. Sebelumnya raja Arab berjunjung ke indonesia 47 tahun lalu.
Raja Salman memboyong sekitar 1.500 orang, terdiri dari 10 menteri dan 25 pangeran. Raja berusia 82 tahun itu akan berinvestasi USD6 miliar di Cilacap melalui perusahaan minyak milik Arab Saudi, Saudi Aramco. Selain itu, Arab juga akan memberikan investasi sekitar USD1 miliar dan investasi lain.
medcom.id, Jakarta: Kunjungan Raja Arab Saudi ke Indonesia menjadi peluang bagi kedua negara untuk mempererat kerja sama. Perlindungan tenaga kerja Indonesia harus jadi salah satu bahasan penting dalam pertemuan.
"Topik tentang pekerja Indonesia mesti dijadikan sebagai prioritas," kata Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay dalam keterangan yang diterima
Metrotvnews.com, Rabu 1 Maret 2017.
Baca: Istana tak Bisa Ungkap Biaya Kunjungan Kenegaraan Raja Arab
Saleh meminta pemerintah memanfaatkan kunjungan Raja Salman untuk meningkatkan perlindungan pekerja migran Indonesia di Saudi. Sebab, Saudi merupakan salah satu negara yang paling banyak menerima pekerja Indonesia.
Berdasarkan data Bank Indonesia, setidaknya ada sekitar 1 juta TKI di Arab Saudi. Tiap tahun ada 20 ribu TKI yang ditempatkan di Saudi. Sebagai salah satu negara yang banyak menerima pekerja Indonesia, dipastikan persoalan yang dihadapi para pekerja makin beragam. "Saat ini, di Saudi ada 25 WNI yang bermasalah hukum dengan ancaman hukuman mati," kata politikus PAN ini.
Sebanyak 12 orang didakwa karena pembunuhan. Lima orang dituduh memakai sihir, dan delapan lainnya karena zina. Di luar itu, masih banyak masalah hukum lain yang dihadapi oleh WNI, walaupun tidak sampai didakwa hukuman mati.
Pemerintah dituntut bersungguh-sungguh dalam melindungi WNI. Termasuk lewat jalur diplomasi dengan pihak Kerajaan Saudi yang kebetulan ada kunjungan dari pihak Kerajaan Saudi.
Seperti diketahui, kunjungan kenegaraan Raja Salman merupakan kali kedua raja Arab menginjakan kaki di Tanah Air. Sebelumnya raja Arab berjunjung ke indonesia 47 tahun lalu.
Raja Salman memboyong sekitar 1.500 orang, terdiri dari 10 menteri dan 25 pangeran. Raja berusia 82 tahun itu akan berinvestasi USD6 miliar di Cilacap melalui perusahaan minyak milik Arab Saudi, Saudi Aramco. Selain itu, Arab juga akan memberikan investasi sekitar USD1 miliar dan investasi lain.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(YDH)