Mantan Komisioner KPU Pramono Ubaid. Foto: MI/Susanto
Mantan Komisioner KPU Pramono Ubaid. Foto: MI/Susanto

Optimalisasi Anggaran Rp76,6 Triliun Jadi Tantangan Penyelenggara Pemilu

Theofilus Ifan Sucipto • 09 November 2022 14:01
Jakarta: Anggaran Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 Rp76,6 triliun dinilai lebih dari cukup. Penyelenggara pemilu mesti memanfaatkan dana tersebut seoptimal mungkin.
 
"Anggaran yang disetujui menjadi berita gembira dalam konteks penyelenggaraan karena itu anggaran yang sangat leluasa," kata mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pramono Ubaid Tanthowi dalam diskusi virtual, Rabu, 9 November 2022.
 
Pramono hakulyakin KPU dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dapat efektif menggunakan anggaran itu. Namun, tantangannya ialah efisiensi dana.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau efektif, pasti efektif. Orang (anggarannya) gede. Cuma bicara soal transparansi dan efisiensi," ujar dia.
 

Baca: Calon Anggota DPD Wajib Jalani Verifikasi Dukungan Secara Faktual


Pramono menyebut KPU dan Bawaslu perlu mengedepankan asas transparansi dan efisiensi. Kemudian, melibatkan masyarakat mengawasi pengelolaan anggaran.
 
"Supaya publik bisa tahun dari sekian pos anggaran, di pos mana yang bisa dilakukan efisiensi," tutur dia.
 
Menurut Pramono, penyelenggara Pemilu 2024 sanggup menggunakan dana dengan efektif dan efisien. Hal itu terlihat dari kemauan komisioner dan sekretariat jenderal periode sebelumnya untuk mengelola anggaran sebaik-baiknya.
 
"Tinggal menunggu anggaran yang disepakati besar itu dikelola dengan efisien karena itu tantangannya," ucap dia.
 
(ADN)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif