Jakarta: Politik dinasti masih menjamur di Tanah Air. Sebagian anggota DPR terpilih disebut memanfaatkan politik dinasti untuk mendapatkan kursi.
Direktur Eksekutif Lembaga Riset Nagara Institute Akbar Faizal mengatakan persentase anggota DPR terpilih karena politik dinasti terbesar berada di Sulawesi Barat (Sulbar). Tiga dari empat anggota DPR dari Sulbar disebut orang yang kenal dengan pejabat daerah.
"(Sebanyak) 75 persen anggota terpilih (di Sulbar) terikat dengan dinasti politik," kata Akbar di Hutan Kota by Plataran, Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Senin 17 Februari 2020.
Selain Sulawesi Barat, di Sulawesi Utara banyak anggota DPR terindikasi telibat politik dinasti. Nagara Institute mencatat sebanyak empat dari enam kursi anggota DPR didapat dari dinasti politik.
"Di Sumatra Selatan dari 17 kursi yang diperebutkan di Sumatra Selatan, sebanyak 11 orang atau 64,70 persen anggota terpilih terikat dengan dinasti politik. Sulawesi Selatan menyusul di peringkat keempat. Dari 24 kursi yang diperebutkan di Sulawesi Selatan 11 kursi atau 45.80 persen terpapar politik dinasti," ujar Akbar.
Direktur Eksekutif Lembaga Riset Nagara Institute Akbar Faizal. Foto: MI/Susanto
Akbar mengatakan beberapa anggota DPR di Kalimantan Utara dan Gorontaro juga terdeteksi terpapar politik dinasti. Sebanyak 33,33 persen anggota DPR terpilih di sana terindikasi terpapar politik dinasti.
"Di Pulau Jawa, Daerah lstimewa Yogyakarta menempati posisi terpapar dinasti politik tertinggi, yakni sebesar 25,00 persen. Disusul Banten sebesar 22,7 persen, Jawa Barat sebesar 17,6 persen, Jawa Timur sebesar 11,5 persen, dan Jawa Tengah sebesar 9,1 persen," tutur Akbar.
Jakarta: Politik dinasti masih menjamur di Tanah Air. Sebagian anggota DPR terpilih disebut memanfaatkan politik dinasti untuk mendapatkan kursi.
Direktur Eksekutif Lembaga Riset Nagara Institute Akbar Faizal mengatakan persentase anggota DPR terpilih karena politik dinasti terbesar berada di Sulawesi Barat (Sulbar). Tiga dari empat anggota DPR dari Sulbar disebut orang yang kenal dengan pejabat daerah.
"(Sebanyak) 75 persen anggota terpilih (di Sulbar) terikat dengan dinasti politik," kata Akbar di Hutan Kota by Plataran, Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Senin 17 Februari 2020.
Selain Sulawesi Barat, di Sulawesi Utara banyak anggota DPR terindikasi telibat politik dinasti. Nagara Institute mencatat sebanyak empat dari enam kursi anggota DPR didapat dari dinasti politik.
"Di Sumatra Selatan dari 17 kursi yang diperebutkan di Sumatra Selatan, sebanyak 11 orang atau 64,70 persen anggota terpilih terikat dengan dinasti politik. Sulawesi Selatan menyusul di peringkat keempat. Dari 24 kursi yang diperebutkan di Sulawesi Selatan 11 kursi atau 45.80 persen terpapar politik dinasti," ujar Akbar.
Direktur Eksekutif Lembaga Riset Nagara Institute Akbar Faizal. Foto: MI/Susanto
Akbar mengatakan beberapa anggota DPR di Kalimantan Utara dan Gorontaro juga terdeteksi terpapar
politik dinasti. Sebanyak 33,33 persen anggota DPR terpilih di sana terindikasi terpapar politik dinasti.
"Di Pulau Jawa, Daerah lstimewa Yogyakarta menempati posisi terpapar dinasti politik tertinggi, yakni sebesar 25,00 persen. Disusul Banten sebesar 22,7 persen, Jawa Barat sebesar 17,6 persen, Jawa Timur sebesar 11,5 persen, dan Jawa Tengah sebesar 9,1 persen," tutur Akbar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(OGI)