Pimpinan LPSK dan Menpan RB Bahas Pengelolaan Anggaran
Pimpinan LPSK dan Menpan RB Syafruddin bahas pengelolaan anggaran. Foto: Dok.Istimewa
Jakarta: Pimpinan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban bertemu Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafruddin. Mereka membahas mekanisme pengelolaan anggaran.

LPSK sebelumnya sudah menerima masukan soal pengelolaan anggaran ini. Antara lain, Kementerian Keuangan meminta LPSK merevisi Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2016 tentang Sekretariat Jenderal LPSK. Dalam perpres harus jelas mengatur Sekretaris Jenderal LPSK sebagai Pengguna Anggaran.

"Surat balasan dari Kemenkeu (Kementerian Keuangan) agar di dalam Perpres (Sekretariat) LPSK, Sekjen secara eksplisit disebut sebagai Pengguna Anggaran," ujar Ketua LPSK Abdul Haris Semendawai saat bertemu dengan Syafruddin di kantornya, Jakarta, Senin, 8 Oktober 2018.


Saat ini, LPSK masih di dalam satuan kerja Kementerian Sekretariat Negara, meski sudah menjadi badan anggaran sendiri. Karena itu, LPSK harus berkoordinasi dengan Kemensetneg sebagai induk anggaran. Termasuk, jika harus menambah anggaran. Karena penambahan itu harus mengubah anggaran di Kemensetneg.

"Untuk itu kalau dimungkinkan agar di tahun 2018 ini sudah ada revisi perpres agar di 2019, sudah Sesjen LPSK yang mengelola anggaran," kata Semendawai.

Selain menyampaikan kendala dalam pengelolaan anggaran, Semendawai juga menyampaikan rencana pembentukan LPSK Perwakilan. Pihaknya sudah mengajukan 10 wilayah plus dua wilayah tambahan untuk dibentuk LPSK Perwakilan. 

"Kami sudah sampaikan surat pengajuan terkait pembukaan LPSK Perwakilan," imbuh Semendawai.

Syafruddin memastikan bakal menindaklanjuti surat permohonan LPSK untuk menjadi badan anggaran sendiri. Termasuk rencana pembukaan LPSK Perwakilan di daerah. 

"Intinya akan kita follow up. Kita paham betul kondisinya di LPSK," ungkap Syafruddin.

Syafruddin juga mengusulkan sejumlah daerah yang mungkin layak dibentuk LPSK Perwakilan. Salah satunya yakni di Medan, Sumatera Utara.

"Mungkin juga Surabaya karena bisa meng-cover Bali dan Jawa sebagian,” tutur Syafruddin.



(AZF)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id