Presiden Joko Widodo. Foto: MI/BARY FATHAHILAH
Presiden Joko Widodo. Foto: MI/BARY FATHAHILAH

Jokowi Memperhatikan Kemanusiaan dalam Pemberantasan Terorisme

Nasional abu bakar baasyir
20 Januari 2019 19:33
Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai sangat memperhatikan aspek kemanusiaan dalam pemberantasan terorisme. Hal itu ditunjukkan dari keputusannya membebaskan terpidana terorisme Abu Bakar Ba’asyir.
 
“Pertimbangannya (membebaskan Ba'asyir) kan kemanusiaan, sudah sepuh 81 tahun, kesehatannya menurun, sakit-sakitan, butuh perawatan khusus bersama keluarga,” kata pengamat terorisme M. Syarif di Jakarta, Minggu, 20 Januari 2019.
 
Ba’asyir telah menjalani masa hukumannya selama 9 tahun sejak divonis 15 tahun penjara. Dia seharusnya sudah bisa mendapatkan pembebasan bersyarat pada akhir 2018. Namun, Ba'asyir sempat menolak beberapa syarat yang diajukan dan memilih tetap mendekam di bui.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jokowi akhirnya memutuskan bakal membebaskan Ba'asyir tanpa syarat. Keputusan itu dinilai sangat bijaksana. Jokowi dinilai mengambil langkah itu untuk menunjukkan pemberantasan korupsi tak hanya dilakukan secara represif.
 
“Karena tidak bisa dibantah alasan kemanusiaan itu bukan di buat buat, Beliau sudah sepuh 81 tahun, Beliau sakit sakitan, beliau suda menjalani hukuman 9 tahun di dalam penjara,” ujar Rektor IAIN Pontianak itu.
 
Jokowi Memperhatikan Kemanusiaan dalam Pemberantasan Terorisme
Terpidana Abu Bakar Ba'asyir membacakan kesimpulannya pada sidang peninjauan kembali (PK) di Pengadilan Negeri Cilacap, Jawa Tengah. Foto: Antara/Idhad Zakaria.
 
Menurut dia, ketakutan terjadinya ancaman teror pasca kebebasan Ba’asyir sangat berlebihan. Sebab di samping sudah tua, Ba’asyir juga sudah ditinggal pengikut setianya dan sudah terputus dengan jaringan ekstrimis, seperti Jaringan Anshar Daulah (JAD) dan Jaringan Ansharut Syiah (JAS).
 
“Enggak usah khawatir, aparat kita sangat paham soal ini,” tegas dia.
 
Baca:Jokowi Bebaskan Abu Bakar Baasyir
 
Dia pun meminta semua pihak untuk menghormati keputusan pembebasam Ba'asyir ini. Sebab, hal ini untuk rasa kemanusiaan semata.
 
Dia menilai tak ada unsur politis dalam pembebasan ini. Elektabilitas Jokowi dinilai semakin meningkat karena kinerjanya diakui rakyat, bukan tindakannya membebaskan Ba'asir.
 
“Ketegasan pemberantasan terorisme di Indonesia sangat tegas, ini faktanya. Tahun 2018 saja ada 396 terduga teroris yang ditangkap. Kemampuan polisi kita canggih, punya sistem deteksi dini dan diakui dunia. Kurang apa lagi?” ungkap dia.
 
Dia meyakini pembebasan ini tak mempengaruhi tekad pemerintah dalam menanggulangi terorisme. Keputusan itu juga bukan dalam bentuk kompromi dengan kelompok teroris. Tapi untuk menunjukkan pada dunia, penanganan terorisme di Indonesia sangat mengedepankan HAM.
 
“Artinya, pemerintahan Jokowi itu humanis namun sangat tegas soal terorisme,” pungkas dia.
 

 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif