Anggota Komisioner Ombudsman Adrianus Meliala--Medcom.id/Deny Irwanto
Anggota Komisioner Ombudsman Adrianus Meliala--Medcom.id/Deny Irwanto

Ombudsman Kaji Potensi Maladministrasi Pembebasan Abu Bakar

Nasional abu bakar baasyir
Kautsar Widya Prabowo • 23 Januari 2019 08:17
Jakarta: Ombudsman Republik Indonesia (ORI) tengah menelaah lebih lanjut adanya maladaministrasi pembebasan bersyarat terhadap narapidana terorisme Abu Bakar Baasyir yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo. Namun kasus tersebut masih menjadi perbincangan internal.
 
Anggota Komisioner ORI Adrianus Meliala menjelaskan dalam perbincangan tersebut belum ada kesepakatan apakah ada ketidaksesuaian sehingga hasilnya belum dapat dipublikasikan.
 
"Kami memang berbicara juga di antara kami, ini ada malnya atau enggak. Tapi kami belum sepakat," ujarnya di Gedung Ombudsman, Jakarta Pusat, Selasa, 22 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adrianus melihat Jokowi sangat berhati-hati dalam memberikan pembebasan terhadap Abu Bakar, apakah menggunakan pembebasan bersyarat, grasi atau diskresi. Opsi tersebut sangat berpangaruh ke depannya terutama pada diskresi yang memiliki keputusan politik dari presiden.
 
"Sepertinya itu yang dipertimbangkan oleh presiden, biaya politik dalam rangka membuat suatu tindakan diskretif itu. Karena kalau dari segi pembebasan bersyarat sudah lewat, dari segi grasi sudah lewat," imbuh dia.
 
Pihaknya menyerahkan semuanya ditangan Jokowi. Namun jika ke depannya timbul permasalahan tentu masyarakat akan menuding dan meminta pertanggungjawaban Jokowi.
 
"Jadi biayanya bisa besar sekali, dan itu yang nampaknya presiden akan berhitung," pungkas dia.
 

(SCI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif