Massa HMI unjuk rasa di depan Gedung KPK, Senin 9 Mei 2016. Foto: MTVN/Achmad Zulfikar Fazli
Massa HMI unjuk rasa di depan Gedung KPK, Senin 9 Mei 2016. Foto: MTVN/Achmad Zulfikar Fazli

Demonstrasi Massa HMI di KPK Ricuh

Achmad Zulfikar Fazli • 09 Mei 2016 14:36
medcom.id, Jakarta: Kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) unjuk rasa di depan Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Massa menuntut Saut Situmorang mundur dari jabatan Wakil Ketua KPK.
 
Unjuk rasa, Senin (9/5/2016), ini ricuh. Mulanya mereka membakar ban bekas di depan Gedung KPK. Namun, tak lama kemudian massa melempari Gedung KPK dengan batu.
 
Polisi kewalahan menghadapi massa HMI ini. Beberapa kali gas air mata dilontarkan petugas. Tembakan gas air mata menyulut emosi massa, mereka semakin gencar melempari Gedung KPK.

Pos keamanan KPK hancur dilempari batu oleh massa. Sejumlah polisi berjaga di dalam Gedung KPK. Belum ada pimpinan KPK yang menemui para demonstran.
 
Unjuk rasa ini terkait penyataan Saut yang dinilai menghina HMI. Dalam sebuah program televisi nasional yang tayang Kamis 5 Mei, Saut menyampaikan hubungan korupsi dan kejahatan dengan orang-orang berpendidikan. Ia memberi contoh alumni HMI minimal Latihan Kader (LK) I.
 
“Mereka orang-orang cerdas ketika mahasiswa, kalau di HMI minimal LK I, tetapi ketika menjadi pejabat mereka korup dan sangat jahat," ujar Saut saat itu.
 
Banyak tokoh nasional yang menyesalkan pernyataan Saut. "Saya tak habis pikir Saut bisa berbicara seperti itu. Saya pribadi kenal dia sebagai orang yang cukup baik. Mungkin dia keseleo lidah saja," ujar mantan Ketua Mahkamah Kosntitusi Mahfud MD.
 
Mahfud setuju masalah ini dibawa ke jalur hukum. "Saya berpesan pada adik-adik HMI agar demo tidak disertai kekerasan dan harus sopan. Jangan sampai ada penyusup."
 
Hari ini, PB HMI melalui kuasa hukum Irvan Pulungan melaporkan Saut ke Bareskrim Polri.
 
Anggota Komisi III DPR Sarifudding Sudding menilai pernyataan Saut tersebut sangat tidak elegan. Sudding tidak sepakat pimpinan KPK mengambil sampel dan menggeneralisasi suatu organisasi terkait korupsi.
 
"Saya kira itu tidak baik, karena institusi, kementerian dan lembaga mana pun pasti ada korupsi," kata Sudding.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TRK)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan