Ilustrasi/Antara/Rekotomo.
Ilustrasi/Antara/Rekotomo.

DPR Didesak Masukkan RUU PKS di Prolegnas 2021

Nasional antikekerasan seksual RUU PKS
Theofilus Ifan Sucipto • 06 Oktober 2020 15:02
Jakarta: DPR didesak memasukkan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2021. RUU PKS urgen dibahas guna menjamin hak korban kekerasan seksual.
 
“Sampai saat ini korban kekerasan seksual belum sepenuhnya mendapatkan keadilan, perlindungan, dan pemulihan dari negara,” kata Komisioner Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), Veryanto Sitohang, dalam konferensi pers Komnas Perempuan di Jakarta, Selasa, 6 Oktober 2020.
 
Veryanto menyayangkan pembahasan RUU PKS sempat mandek. Komisi VIII DPR menyatakan RUU tersebut tidak lagi menjadi usulan mereka sehingga pembahasan dialihkan kepada Badan Legislasi (Baleg).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baleg menggelar rapat kerja bersama Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM) Yasonna Laoly. Hasilnya, RUU PKS dikeluarkan dari Prolegnas Prioritas 2020 dan dijanjikan masuk pada Prolegnas Prioritas 2021.
 
“Keputusan itu menuai polemik dan menunjukkan masyarakat butuh payung hukum untuk memenuhi hak korban kekerasan seksual,” ujar Veryanto.
 
Pemenuhan hak korban kekerasan seksual, kata Veryanto, sesuai dengan konstitusi dan HAM. Hal itu tercantum dalam Pasal 20 dan Pasal 28 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.
 
Veryanto menuturkan enam poin penting yang harus terakomodasi dalam RUU PKS. Poin-poin tersebut meliputi tindak pidana kekerasan seksual, sanksi pidana dan tindakan, hukum acara khusus, dan hak-hak korban. Kemudian poin tentang saksi, keluarga korban, dan ahli, pencegahan, serta pemantauan.
 
“Upaya pemenuhan hak konstitusional perempuan bisa ini dilakukan dengan mendorong pembaruan hukum melalui RUU PKS,” tutur dia.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif