Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya. Dok.Kementerian LHK
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya. Dok.Kementerian LHK

KLHK Tingkatkan Partisipasi Masyarakat dalam Manajemen Kehutanan

Atalya Puspa • 07 September 2021 19:19
Jakarta: Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengungkapkan penguatan peran masyarakat menjadi salah satu kunci penting dalam meningkatkan manajemen kehutanan. Upaya penguatan peran masyarakat itu telah dilakukan KLHK sejak 2015.
 
Upaya tersebut dilakukan dengan memperbaiki kebijakan untuk meningkatkan partisipasi komunitas dalam manajemen perhutanan. "Upaya meningkatkan partisipasi komunitas dalam manajemen perhutanan dilakukan dengan pendekatan penataan kepemilikan lahan dan mengelola sumber daya hutan untuk mendorong aktivitas ekonomi masyarakat," kata Siti dalam acara International Conference of Indonesia Forestry Researchers (INAFOR) ke-6 yang diselenggarakan secara virtual, Selasa, 7 September 2021.
 
Siti mengatakan pemerintah juga berupaya memperkuat peran komunitas dengan mengeluarkan program reforma agraria dan perhutanan sosial. Hal itu dilakukan untuk mendorong kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat guna mengelola hutan secara maksimal.

Siti menegaskan upaya-upaya tersebut dilakukan dengan tetap mempertimbangkan pelestarian alam dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. "Kebijakan-kebijakan tersebut diadopsi untuk memastikan lebih banyak kepada komunitas untuk memanfaatkan sumber daya hutan berkelanjutan melalui perhutanan sosial, moratorium izin konsesi di beberapa area hutan primer dan gambut, menghentikan pembukaan gambut," ujar dia.
 
Selain manajemen pengelolaan hutan, KLHK terus memperkuat pelibatan masyarakat secara aktif dalam mengantisipasi kerusakan hutan. Khususnya, akibat bencana kebakaran hutan.
 
Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK bekerja sama dengan Pusat Diklat SDM Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyelenggarakan Training of Trainers (ToT) Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan bagi Masyarakat Peduli Api (MPA) Berkesadaran Hukum 2021 secara E-Learning pada 7-9 September 2021.
 
Baca: Hanya 8% Petani Pelaku Usaha Hutan Punya Akses ke Pasar
 
Plh Kepala Pusat Diklat SDM Lingkungan Hidup dan Kehutanan Puji Iswari mengungkapkan kegiatan ini diikuti 69 calon instruktur yang akan menjadi pengajar bagi MPA berkesadaran hukum pada wilayah rawan karhutla.
 
“Para peserta nantinya akan diberikan pemahaman bagaimana nantinya mengelola kelas bagi MPA berkesadaran hukum baik secara klasikal maupun virtual. Tantangan pelaksanaan kegiatan ini karena menggunakan blended learning, namun kami berharap kegiatan ini bisa menyusun skenario pembelajaran untuk blended learning dan klasikal,” jelas Puji.
 
Puji berharap kegiatan ToT juga membahas evaluasi ketuntasan belajar agar tujuan pelatihan bisa tercapai. Selain itu, Puji berharap totalitas dari instruktur menyiapkan diri sebagai tutor, sehingga fungsi penyambung informasi kepada masyarakat bisa dilakukan dengan baik.
 
“Kami berharap semua peserta bisa belajar dengan aktif dan gembira, membangun komunikasi yang baik antara peserta dengan narasumber sehingga kegiatan ToT bisa berjalan dengan baik,” ujar Puji.
 
Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Basar Manullang mengungkapkan tujuan dari pelatihan ini adalah meningkatkan peran dan kapasitas SDM dalam mendampingi masyarakat. Khususnya yang berkaitan dengan upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
 
Basar berharap seluruh peserta yang telah mengikuti ToT dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap dalam upaya pengendalian karhutla secara utuh. Selain itu, peserta ToT juga diharapkan dapat meningkatkan kapasitas sebagai instruktur yang akan mengajarkan pemberdayaan ekonomi masyarakat pada desa asal peserta.
 
“Dengan adanya pelatihan ini peserta akan dapat mendukung upaya pengendalian karhutla di tingkat tapak bersama-sama dengan pemangku kepentingan lainnya, melalui kegiatan patroli pencegahan, penyuluhan, menggerakan teknik pembukaan lahan tanpa bakar, juga melakukan tindakan pemadaman awal apabila diperlukan,” jelas Basar.
 
Hai Sobat Medcom, terima kasih sudah menjadikan Medcom.id sebagai referensi terbaikmu. Kami ingin lebih mengenali kebutuhanmu. Bantu kami mengisi angket ini yuk https://tinyurl.com/MedcomSurvey2021 dan dapatkan saldo Go-Pay/Ovo @Rp 50 ribu untuk 20 pemberi masukan paling berkesan. Salam hangat.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AZF)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>