Ilustrasi acara peringatan 20 Tahun Reformasi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (8/5). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto.
Ilustrasi acara peringatan 20 Tahun Reformasi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (8/5). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto.

Cak Imin Nilai Agenda Reformasi Belum Berjalan

Whisnu Mardiansyah • 21 Mei 2018 07:13
Jakarta: Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menilai perlu ada evaluasi setelah 20 tahun reformasi berlalu. Menurut Cak Imin, sapaan akrab Muhaimin, banyak agenda reformasi yang belum berjalan.
 
"20 tahun reformasi menjadi momentum kita mengevaluasi. Pertama masih banyak agenda reformasi yang tidak jalan," kata Cak Imin usai dirinya dilantik sebagai Ketua Dewan Pembina Federasi Beladiri Profesional (FB Pro) Indonesia di Hotel Borobudur, Minggu, 20 Mei 2018.
 
Menurut Cak Imin, 20 tahun reformasi berjalan banyak agenda dan cita-cita reformasi yang tak lagi menjadi prioritas pemerintah. Ia berharap pemerintah konsisten melaksanakan agenda reformasi kedepan.

"Tetapi kita syukuri seluruh agenda reformasi secara bertahap terus menerus mulai konsisten dilaksanakan," pungkas Cak Imin.
 
Lembaga survei Indobarometer merilis hasil survei 20 tahun evaluasi pasca reformasi. Hasil survei menyatakan mayoritas publik menulis tuntutan dan cita-cita reformasi belum terpenuhi. 
 
"Responden yang menyatakan tuntutan amanat reformasi tahun 1998 belum terpenuhi sebanyak 30,3 persen. Sementara responden yang menyatakan 
telah terpenuhi sebesar 25,7 persen," kata Direktur Eksekutif Indobarometer, M.Qodari di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Minggu 20 Mei 2018.
 
Ada lima tuntutan amanat reformasi yang dianggap belum terpenuhi. Mayoritas hal itu terkait penegakkan hukum. Pertama soal pengusutan kasus penembakan mahasiswa Trisakti dan penculikan aktivis.
 
"Kemudian soal penegakan hukum yang adil, pengusutan dan pengadilan kasus korupsi yang dilakukan oleh Soeharto dan pengikutnya, pengusutan secara tuntas kasus kerusuhan Mei 1998 dan mengurangi kesenjangan ekonomi antara kelompok masyarakat yang mampu dan kurang mampu," ucap dia.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DEN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>