Jakarta: Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Rerie) menegaskan penyebaran varian baru covid-19, Omicron, perlu mendapatkan perhatian serius dari semua pihak. Omicron tak boleh dibiarkan menyebar luas.
"Indikasi meluasnya penyebaran varian Omicron di Tanah Air harus disikapi dengan segera lewat upaya pencegahan penyebaran yang masif," kata Rerie melalui keterangan tertulis, Selasa, 4 Januari 2022.
Politikus Partai NasDem itu mengutip catatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang menyebutkan pada akhir 2021, sebagian besar varian Omicron di Tanah Air terdeteksi di DKI Jakarta. Bahkan, ada kasus transmisi lokal.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, kata Rerie, juga mengungkapkan kasus covid-19 yang disebabkan varian Omicron di DKI naik dari 0 menjadi 13,5 persen dalam dua minggu. Kecepatan penularan ini harus segera diimbangi dengan testing dan tracing yang agresif.
Baca: Manfaatkan PTM untuk Tanamkan Norma Baru dalam Keseharian
Dia menegaskan karantina serta protokol kesehatan yang ketat di sejumlah pintu masuk bandara, pelabuhan, dan perbatasan antarnegara harus terus dilanjutkan. Hal ini untuk memastikan orang yang masuk ke Indonesia tidak terpapar covid-19.
Kewaspadaan, tekan dia, amat diperlukan. Pasalnya, pada akhir Desember 2021, Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) mencatat 10 ribu lebih warga negara Indonesia (WNI) ke luar negeri.
Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu menerangkan upaya pencegahan varian Omicron harus didukung dengan kelengkapan sarana dan sumber daya manusia (SDM). Tenaga medis perlu memiliki kapasitas dan integritas yang baik dalam melaksanakan tugas.
Selain itu, isolasi orang yang terpapar Omicron harus bisa dipantau dengan baik untuk mencegah risiko penularan lebih luas. Imunitas setiap warga juga harus ditingkatkan, antara lain lewat vaksinasi dan peningkatan gizi masyarakat dan kebersihan lingkungan.
Jakarta: Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Rerie) menegaskan penyebaran varian baru covid-19,
Omicron, perlu mendapatkan perhatian serius dari semua pihak.
Omicron tak boleh dibiarkan menyebar luas.
"Indikasi meluasnya penyebaran varian Omicron di Tanah Air harus disikapi dengan segera lewat upaya pencegahan penyebaran yang masif," kata Rerie melalui keterangan tertulis, Selasa, 4 Januari 2022.
Politikus Partai NasDem itu mengutip catatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang menyebutkan pada akhir 2021, sebagian besar varian Omicron di Tanah Air terdeteksi di DKI Jakarta. Bahkan, ada kasus transmisi lokal.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, kata Rerie, juga mengungkapkan kasus
covid-19 yang disebabkan varian Omicron di DKI naik dari 0 menjadi 13,5 persen dalam dua minggu. Kecepatan penularan ini harus segera diimbangi dengan testing dan tracing yang agresif.
Baca:
Manfaatkan PTM untuk Tanamkan Norma Baru dalam Keseharian
Dia menegaskan karantina serta protokol kesehatan yang ketat di sejumlah pintu masuk bandara, pelabuhan, dan perbatasan antarnegara harus terus dilanjutkan. Hal ini untuk memastikan orang yang masuk ke Indonesia tidak terpapar covid-19.
Kewaspadaan, tekan dia, amat diperlukan. Pasalnya, pada akhir Desember 2021, Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) mencatat 10 ribu lebih warga negara Indonesia (WNI) ke luar negeri.
Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu menerangkan upaya pencegahan varian Omicron harus didukung dengan kelengkapan sarana dan sumber daya manusia (SDM). Tenaga medis perlu memiliki kapasitas dan integritas yang baik dalam melaksanakan tugas.
Selain itu, isolasi orang yang terpapar Omicron harus bisa dipantau dengan baik untuk mencegah risiko penularan lebih luas. Imunitas setiap warga juga harus ditingkatkan, antara lain lewat vaksinasi dan peningkatan gizi masyarakat dan kebersihan lingkungan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(OGI)