Wapres: Andika Jabat KSAD Bukan karena Hendropriyono

Dheri Agriesta 23 November 2018 13:51 WIB
ksad
Wapres: Andika Jabat KSAD Bukan karena Hendropriyono
Wapres Jusuf Kalla. Foto: Medcom.id/Dheri Agriesta
Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla menjawab tudingan banyak pihak yang menilai penunjukan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa karena faktor kedekatan dengan mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono. Kalla membantah tudingan itu.

"Kalau (karena) dia dekat dengan mantan kepala BIN langsung tidak boleh (menjadi KSAD), berarti kita diskriminasi kan," kata Kalla di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat, 23 November 2018.

Padahal, kata Kalla, pemerintah diminta tak diskriminatif dalam membuat keputusan. Sehingga, pemerintah tak akan melihat sosok seseorang dari latar belakang keluarganya.


Kalla menilai Andika merupakan sosok terbaik yang dapat menjabat posisi KSAD. Putusan ini diambil setelah melalui pertimbangan matang Presiden Joko Widodo.

Pria asal Makassar itu menambahkan, Presiden menilai Andika telah berpengalaman di militer. Rekam jejak dan pengalaman kerja ini menjadi alasan utama penunjukan Andika.

"Sudah melampaui semua penilaian yang dibutuhkan sebagai seorang KSAD. Jadi itu pilihan yang baik," pungkas Kalla.

Baca: Andika Perkasa Resmi KSAD

Sejumlah kritik muncul terkait penunjukan Andika sebagai KSAD anyar menggantikan Jenderal TNI Mulyono. Salah satunya dari KontraS yang menilai penunjukan Andika sarat dengan pengaruh elite yang berada di lingkungan Presiden Joko Widodo. Diketahui, Andika merupakan menantu dari mantan Kepala BIN AM Hendropriyono.

KontraS juga menyoroti kenaikan pangkat Andika dari brigadir jenderal menuju jenderal. Mantan Danpaspampres itu hanya butuh waktu enam tahun untuk menambah tiga bintang di pundaknya.

Andika tak ambil pusing dengan segala tudingan itu. Ia merasa tak perlu mengomentari komentar miring terkait penunjukannya.

Andika menegaskan dirinya ditunjuk Presiden Joko Widodo untuk mengemban amanah yang lebih besar. Ia pun tak tahu apa yang menjadi pertimbangan Presiden menunjuk dirinya menggantikan Jenderal TNI Mulyono. "Yang penting dari dulu ya saya begini-begini saja," kata Andika.



(YDH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id