Ketua Kwarnas Pramuka Budi Waseso. ANT/Jojon.
Ketua Kwarnas Pramuka Budi Waseso. ANT/Jojon.

Buwas Diminta Usut Pramuka Penyeru Ganti Presiden

Nasional pramuka pilpres 2019
Yogi Bayu Aji • 16 Oktober 2018 19:10
Jakarta: Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Budi Waseso (Buwas) diminta mengusut video anak-anak berseragam Pramuka yang menyerukan yel-yel ganti presiden. Aksi itu dianggap menodai gerakan Pramuka. 

"Saya minta pada Ketua Kwarnas yang baru Pak Buwas untuk menindaklanjuti, diusut," kata Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa, 16 Oktober 2018. 

Menurut dia, Buwas harus mencari dalang yang menggerakkan anak-anak tersebut. Imam meyakini ada motif tertentu dalam memanfaatkan Pramuka.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Imam menilai dalang di balik aksi itu harus harus diberikan peringatan. Pasalnya, mereka tak boleh memanfaatkan anak-anak untuk kepentingan politik.  "Karena mereka masih berusia di bawah 17, tentu mereka harus dididik sebaik mungkin," jelas dia. 

Sementara itu, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Mar'uf Amin Ace Hasan Syadzily meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menelusuri video anak-anak berseragam Pramuka berteriak ganti presiden. Pasalnya, anak-anak itu belum memiliki hak pilih.

Video berdurasi 20 detik tersebut memperlihatkan sejumlah siswa berseragam Pramuka diajak meyerukan yel-yel 2019 ganti presiden. Di awal video, seorang lelaki mengangkat tangan kanannya dan menyerukan takbir, lalu diikuti para siswa. 

Setelah itu lelaki itu berseru, 2019. Sontak para siswa menjawabnya "ganti presiden" dengan mengangkat tangan kanan mereka. Tidak cukup sekali, lelaki itu pun mengulanginya dengan menyebutkan 2019 dan dijawab oleh para siswa "ganti presiden".


(DRI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi