medcom.id, Jakarta: Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo mengaku telah memangkas anggaran untuk Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) kurang lebih sekitar Rp750 juta di Batang. Sebab, ia menilai anggaran PKK di Batang selama ini terlalu besar.
"Begitu saya menjabat, istri saya kan PKK. Ternyata PKK ada duitnya buat jaga PKK, untuk satu tahun anggaran Rp1 miliar lebih. Begitu saya jadi bupati saya potong, Rp250 juta saja," kata Yoyok di Hotel Sari Pan Pacific, Jalan M. H. Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (23/4/2016).
Setelah anggaran itu dipangkas, Yoyok menilai tidak ada perubahan dari kegiatan yang dilakukan ibu-ibu PKK di Batang. Semuanya kegiatan tetap berjalan dengan hanya mengandalkan uang sebesar Rp250 juta pertahun.
"Sampai sekarang (PKK) masih aktif. Rp250 juta lengkap dengan segala kegiatannya,"
Menurut dia, pemangkasan anggaran PKK tidak ada yang mempermasalahkan meski istrinya saat ini juga aktif dalam kegiatan itu. Sebab, ia menilai pemangksan anggaran itu tidak menghambat kegiatan PKK di derahnya.
"Ternyata istri saya enggak ngunciin saya (saat mangkas anggaran PKK), masih bukain pintu saya. Saya bilang buat apa Rp1 miliar, Rp250 juta saja. Ternyata bisa kok sampai sekarang. Kegiatannya juga persis," pungkas dia.
medcom.id, Jakarta: Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo mengaku telah memangkas anggaran untuk Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) kurang lebih sekitar Rp750 juta di Batang. Sebab, ia menilai anggaran PKK di Batang selama ini terlalu besar.
"Begitu saya menjabat, istri saya kan PKK. Ternyata PKK ada duitnya buat jaga PKK, untuk satu tahun anggaran Rp1 miliar lebih. Begitu saya jadi bupati saya potong, Rp250 juta saja," kata Yoyok di Hotel Sari Pan Pacific, Jalan M. H. Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (23/4/2016).
Setelah anggaran itu dipangkas, Yoyok menilai tidak ada perubahan dari kegiatan yang dilakukan ibu-ibu PKK di Batang. Semuanya kegiatan tetap berjalan dengan hanya mengandalkan uang sebesar Rp250 juta pertahun.
"Sampai sekarang (PKK) masih aktif. Rp250 juta lengkap dengan segala kegiatannya,"
Menurut dia, pemangkasan anggaran PKK tidak ada yang mempermasalahkan meski istrinya saat ini juga aktif dalam kegiatan itu. Sebab, ia menilai pemangksan anggaran itu tidak menghambat kegiatan PKK di derahnya.
"Ternyata istri saya enggak ngunciin saya (saat mangkas anggaran PKK), masih bukain pintu saya. Saya bilang buat apa Rp1 miliar, Rp250 juta saja. Ternyata bisa kok sampai sekarang. Kegiatannya juga persis," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MBM)