Adhyaksa Dault di Kantor Wapres--Metrotvnews.com/Dheri Agriesta
Adhyaksa Dault di Kantor Wapres--Metrotvnews.com/Dheri Agriesta

Ketua Kwarnas Pramuka Kritisi Generasi Muda Era Media Sosial

Dheri Agriesta • 06 November 2014 15:41
medcom.id, Jakarta: Saat ini informasi begitu mudah didapat, terlebih bagi anak-anak. Namun, banyak hal-hal negatif menjadi efek keterbukaan informasi, anak-anak dinilai terlalu individualis.
 
"Sekarang ini individualis, mereka enggak mau organisasi seperti ini (Pramuka) kalau enggak kita paksa dengan kurikulum," kata Ketua Kwarnas Pramuka Adhyaksa Dault selepas pertemuan di Kantor Wapres, Kompleks Istana, Jalan Veteran III, Jakarta Pusat, Kamis (6/11/2014).
 
Informasi yang semakin deras dan mudah diakses berbagai kalangan usia, dinilai Adhyaksa sudah terlalu tajam masuk ke anak-anak Indonesia. Karena itu, kata dia, ada dua penyakit yang diderita anak-anak dan remaja saat ini.

Adhyaksa menyebut mad of joy (kegilaan pada kesenangan). Penyakit ini, kata dia, kesenangan yang berlebihan membuat anak-anak menjadi gila. "Mereka senang Suju (Grup Musik Super Junior), teriak-teriak histeris, padahal sudah terinjak-injak tetep teriak 'Suju-Suju'," kata Adhyaksa.
 
Kemudian, mad of anger (kegilaan pada kemarahan). Penyakit ini disebabkan tontonan dan informasi yang berlebihan sehingga membuat anak-anak tidak dapat mengontrol emosi mereka. "Dikit-dikit bakar, dikit-dikit bunuh, tusuk, ini yang harus kita garap," tegas Adhyaksa.
 
Oleh karena itu, Adhyaksa meminta pemerintah untuk mendukung penuh program-program dari Pramuka. JK, kata dia, ingin mendukung program itu dengan syarat rebranding (pencitraan ulang) yang akan dilakukan Pramuka.
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LAL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan