Ketua KPU Arief Budiman. Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan
Ketua KPU Arief Budiman. Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan

Arief Budiman Dipecat, KPU Pelajari Salinan Putusan DKPP

Nasional kpu sidang dkpp dkpp
Theofilus Ifan Sucipto • 13 Januari 2021 18:54
Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) menanggapi pemecatan Arief Budiman sebagai ketua KPU. KPU akan mempelajari salinan putusan dari Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).
 
“Kami masih menunggu salinan putusan,” kata Komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik saat dihubungi, Rabu, 13 Januari 2021.
 
Evi menuturkan KPU bakal menggelar rapat pleno setelah mempelajari salinan putusan. Kemudian, KPU membuat sikap ihwal tindak lanjut putusan DKPP.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“(Sikap soal) apakah akan dilaksanakan atau tidak putusan DKPP tersebut,” ujar dia.
 
DKPP memberhentikan Arief Budiman sebagai ketua KPU. Arief terbukti melanggar kode etik.
 
Baca: DKPP Pecat Ketua KPU Arief Budiman
 
Keputusan tersebut disampaikan dalam sidang etik putusan perkara dengan nomor 123-PKE-DKPP/X/2020. Arief juga mendapat sanksi peringatan keras.
 
“Menjatuhkan sanksi peringatan keras terakhir dan pemberhentian dari jabatan Ketua KPU kepada teradu Arief Budiman selaku ketua KPU RI,” tulis putusan DKPP.
 
DKPP sempat menggelar sidang pemeriksaan dugaan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu oleh Arief. Ia diadukan oleh Jupri dengan nomor perkara 123-PKE-DKPP/X/2020.
 
Jupri melaporkan Arief terkait dugaan pelanggaran etik saat mendampingi Komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta. Evi sempat diberhentikan DKPP pada 18 Maret 2020.
 
Pemohon juga mempermasalahkan keputusan Arief menerbitkan Surat KPU RI Nomor 665/SDM.13.SD/05/KPU/VIII/2020 tanggal 18 Agustus 2020. Surat tersebut meminta Evi kembali aktif melaksanakan tugas sebagai anggota KPU periode 2017-2022.
 
Arief Budiman mengaku kehadirannya mendampingi Evi mendaftarkan gugatan pemecatan ke PTUN atas inisiatif sendiri. Dia tak pergi sebagai ketua KPU.
 
"Institusi (KPU) tidak pernah menugaskan saya ke sana. Kami (komisioner) tidak pernah membahas datang ke sana atau tidak. Itu murni saya berempati dengan yang bersangkutan," ujar Arief dalam persidangan yang digelar DKPP secara virtual, Rabu, 18 November 2020.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif