Ilustrasi/MI/Mohamad Irfan
Ilustrasi/MI/Mohamad Irfan

DPR Setujui Sembilan Komisioner KPI

Al Abrar • 20 Juli 2016 14:03
medcom.id, Jakarta: Rapat paripurna DPR menyetujui sembilan calon Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) periode 2016-2019. Dalam laporannya, Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari mengatakan, keputusan memilih sembilan nama itu berdasarkan jumlah suara setelah proses uji kelayakan dan kepatutan yang berlangsung terbuka.
 
"Sebagaimana hal tersebut, kami mengharapkan persetujuan terhadap Anggota KPI 2016 -2019 berdasarkan hasil uji kepatutan, untuk diserahkan ke Presiden Joko Widodo untuk medapatkan ketetapan," kata Abdul dalam rapat paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/7/2016).
 
Pimpinan Rapat Paripurna DPR Fadli Zon kemudian meminta persetujuan kepada anggota dewan yang hadir dalam rapat paripurna.

"Apakah laporan Komisi I DPR terhadap hasil uji kelayakan calon anggota KPI 2016-2019 tersebut dapat disetujui?" tanya Fadli yang disambut kata setuju dari para anggota dewan.
 
Sementara itu, Ketua DPR Ade Komarudin menyatakan, pihaknya akan menyurati Presiden Joko Widodo terkait sembilan nama yang telah disetujui DPR.  "Mekanisme ya kita akan berkirim surat ke Presiden Joko Widodo untuk melantik komsioner KPI terpilih," ujar Ade.
 
Fit and proper test dilakukan sejak Senin 17 Juli. Pelaksanaannya dilaksanakan selama 2 hari. Ada 27 calon komisioner yang disodorkan panitia pelaksana yang kemudian terpilih menjadi sembilan orang berdasarkan voting.
 
Diwarnai Interupsi
 
Meski disetujui 297 anggota yang hadir, persetujuan sembilan anggota anggota komisioner KPI ini sempat menuai interupsi. Anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Nasdem Akbar Faisal memberi catatan kepada komisioner baru ini.
 
"Saya Minta KPI jangan lakukan kesalahan sama dengan peroide sebelumnya. Selamatkan anak-anak kami, ruang publik. Ini soal kontennya. Kalau soal kepentingan kami sudah tahu semua," ujar Akbar.
 
Politikus Parta Demokrat Ruhut Sitompul ikut berkomentar terkait Game Pokemon Go. Menurutnya, Komisioner KPI harus bisa membedakan antara berita dan promosi. Hal itu, kata Ruhut, terjadi pada berita Pokemon Go, yang malah menjadi ajang promosi gratis. Padahal, game itu belum diluncurkan.
 
"Tolong saya sampaikan kepada yang memberitakan harus sadar, waspada. Contohnya Pokemon, tiap hari pokemon diberitakan. Padahal ini belum di-launching tapi diberitakan, jadi semuanya jadi penasaran," kata Ruhut
 
Berikut sembilan Komisoner baru KPI:
 
1. Agung Suprio
 
2. Dewi Setryani
 
3. Hardly Stefano Fenelon Pariela
 
4. Mayong Suryo Laksono
 
5. Nuning Rodiyah
 
6. Obsatar Sinaga
 
7.  Sudjarwanto Rahmanto Muh Arifin
 
8. Ubaidilah
 
9. Yulindre Darwis.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(OJE)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan