Jakarta: Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo berharap Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa, sebagai calon tunggal Panglima TNI memiliki visi yang kuat. Khususnya, dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Jangan sampai, Panglima selanjutnya terseret ke politik praktis. Apalagi, menjadi alat penguasa atau partai-partai politik tertentu.
"Itu akan mencederai institusi yang seharusnya mandiri dan independen dan juga menghilangkan kepercayaan masyarakat terhadap TNI," ujar Benny melalui keterangan tertulis, Rabu, 3 November 2021.
Dia berpesan pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto dapat memperkuat kerja sama dengan Polri, terutama dalam upaya penanganan pandemi covid-19 yang belum rampung. Persoalan-persoalan lain seperti aksi terorisme dan situasi keamanan di Papua juga menuntut adanya sinergi yang kokoh antara kedua belah pihak.
"Harus ada komunikasi dua arah yang saling memahami satu sama lain. Panglima harus memilki kesadaran komunikasi yang baik. Begitu pun sebaliknya," ucap Benny.
Baca: Andika Disebut Penuhi Syarat Calon Panglima TNI
Istana menyerahkan Surat Presiden terkait permohonan penggantian Panglima TNI kepada DPR RI. Di dalam surat tersebut, nama Andika Perkasa muncul sebagai calon tunggal.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan