Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise. Foto: Medcom.id/Cindy
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise. Foto: Medcom.id/Cindy

DPR Diminta Segera Mengesahkan RUU Perkawinan

Nasional uu perkawinan
Cindy • 13 September 2019 16:55
Jakarta: Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise meminta DPR segera mengesahkan revisi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Dengan begitu, usia perkawinan antara laki-laki dan perempuan sama, yakni 19 tahun.
 
"Mudah-mudahan bisa secepatnya disahkan, jadi umur pernikahan anak adalah 19 tahun untuk laki-laki dan perempuan," kata Yohana di Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Jumat, 13 September 2019.
 
Pemerintah dan Badan Legislasi (Baleg) DPR sudah membahas revisi UU ini. Sebanyak delapan dari 10 fraksi di DPR menyetujui usia perkawinan bagi perempuan naik menjadi 19 tahun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami tinggal menunggu saja rapat kerja (raker) berikutnya yang akan dilakukan pada 17 September," ucap Yohana.
 
Ada berbagai dampak positif dari kenaikan usia perkawinan ini. Antara lain, perempuan tak lagi putus sekolah saat masa kehamilan, hingga mengurangi angka perceraian di Indonesia.
 
"Menikah usia muda biasanya hanya sebentar, akhirnya mengalami perceraian," ujar dia.
 
Revisi UU Perkawinan ini juga dinilai dapat mengurangi stunting pada anak dan kematian ibu hamil. Yohana menilai ketidakmatangan usia berdampak pada sistem reproduksi perempuan.
 
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 340 ribu anak perempuan menikah di bawah umur 18 tahun setiap tahunnya.
 
Jumlah tertinggi angka perkawinan anak ada di Sulawesi Barat. Yakni sebesar 19,4 persen. Angka terendah berada di DKI Jakarta sebesar 4,1 persen.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif