medcom.id, Jakarta: Pascapenetapan Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (UU Pilkada) oleh DPR, 26 September dini hari. Presiden RI yang juga Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menuai hujatan di media sosial.
Bahkan hari ini, Sabtu (27/9/2014), topik #ShameOnYouSBY menjadi tren di Twitter untuk area Jakarta, kemudian di peringkat kedua topik #Dari_DPRD_Oleh_DPRD_Dan_Untuk_DPRD juga ramai diperbincangkan.
Di kedua tren topik di Twitter itu masyarakat meluapkan kekecewaannya terhadap Presiden SBY yang mematikan sistem dan nilai demokrasi di akhir masa jabatannya. Hujatan terus mengalir kepada SBY karena dinilai telah memenggal hak politik rakyat Indonesia untuk memilih kepala daerahnya.
"Jangan kau cabut mulut kami pak.. kami tak bisa bersuara lagi #ShameOnYou #inisuarakami," kicau Baihakki muhammad melalui akun Twitter @yusrizal_hakki, Minggu siang.
Kemudian hujatan juga muncul dari pemilik akun @deogustino. "I want direct elections, by my conscience and chosen by my hands as directly and not by the house of representative #ShameOnYouSBY No Way !," ungkapnya.
Dan pemilik akun @jarotdoso melontarkan kritik pedasnya kepada Partai Amanat Nasional yang mematikan perjuangan reformasi, di mana mantan Ketua Umum PAN Amien Rais adalah reformis di tahun 1999 silam.
"Melihat sikap PAN di RUU Pilkada jadi ingat akronim guru besar saya alm. Riswandha Imawan: Partai Amien Naif :) #ShameOnYouSBY," ketusnya.
medcom.id, Jakarta: Pascapenetapan Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (UU Pilkada) oleh DPR, 26 September dini hari. Presiden RI yang juga Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menuai hujatan di media sosial.
Bahkan hari ini, Sabtu (27/9/2014), topik #ShameOnYouSBY menjadi tren di Twitter untuk area Jakarta, kemudian di peringkat kedua topik #Dari_DPRD_Oleh_DPRD_Dan_Untuk_DPRD juga ramai diperbincangkan.
Di kedua tren topik di Twitter itu masyarakat meluapkan kekecewaannya terhadap Presiden SBY yang mematikan sistem dan nilai demokrasi di akhir masa jabatannya. Hujatan terus mengalir kepada SBY karena dinilai telah memenggal hak politik rakyat Indonesia untuk memilih kepala daerahnya.
"Jangan kau cabut mulut kami pak.. kami tak bisa bersuara lagi #ShameOnYou #inisuarakami," kicau Baihakki muhammad melalui akun Twitter @yusrizal_hakki, Minggu siang.
Kemudian hujatan juga muncul dari pemilik akun @deogustino.
"I want direct elections, by my conscience and chosen by my hands as directly and not by the house of representative #ShameOnYouSBY No Way !," ungkapnya.
Dan pemilik akun @jarotdoso melontarkan kritik pedasnya kepada Partai Amanat Nasional yang mematikan perjuangan reformasi, di mana mantan Ketua Umum PAN Amien Rais adalah reformis di tahun 1999 silam.
"Melihat sikap PAN di RUU Pilkada jadi ingat akronim guru besar saya alm. Riswandha Imawan: Partai Amien Naif :) #ShameOnYouSBY," ketusnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LAL)