Presiden Joko Widodo. Foto: Medcom.id
Presiden Joko Widodo. Foto: Medcom.id

Jokowi: Maknai Nuzulul Quran untuk Menjaga Keberagaman

Nasional presiden joko widodo Keragaman Ramadan 2022
Andhika Prasetyo • 19 April 2022 23:59
Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa keberagaman merupakan anugerah yang datang langsung dari Tuhan. Itu merupakan sebuah ketetapan yang tertulis di dalam Alquran dan harus diterima semua umat muslim, terutama di Indonesia.
 
"Alquran menegaskan bahwa keanekaragaman yang terjadi pada berbagai makhluk Tuhan pada hakekatnya merupakan sunatullah, sebuah ketetapan Allah, sebuah skenario Allah," ujar Jokowi dalam peringatan Nuzulul Quran 1443 Hijriah, dilansir Media Indonesia, Selasa, 19 April 2022.
 
Baca: Presidensi G20 Indonesia Bisa Tunjukkan Pentingnya Pendidikan Pluralisme

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bertepatan dengan peringatan Nuzulul Quran, dia mengajak seluruh umat muslim untuk dapat menerima kemajemukan dengan lapang dada. Selain itu, menyerukan agar masyarakat turut menjaga, merawat, dan mengelola keragaman dengan baik.
 
"Masyarakat harus mampu membangun kebersamaan melalui dialog-dialog yang sehat dengan semangat saling melengkapi, dan berlomba-lomba dalam berbuat kebajikan," tutur mantan wali kota Solo tersebut.
 
Dalam kesempatan itu, kepala negara juga berpesan kepada masyarakat untuk saling menghargai. Jangan sampai ada satu kelompok yang merasa lebih unggul dari kelompok yang lain, atau merasa lebih suci dari golongan yang lain.
 
"Kita mungkin berbeda, tapi bukan berarti kita merasa lebih dari yang lain. kita harus menyadari bahwa tiap-tiap elemen bangsa memiliki kebaikan dan kelebihan masing-masing," ucapnya.
 
Kebaikan-kebaikan, kelebihan-kelebihan yang muncul dari berbagai elemen mulai dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote itu, menurutnya, harus dikedepankan untuk kepentingan bersama, serta dikontribusikan untuk kemanfaatan bersama.
 
"Oleh karena itu, saya mengajak umat Islam untuk menjadikan peringatan Nuzulul Quran ini sebagai momentum untuk memperkuat kebersamaan dalam keragaman yang sangat diubutuhkan dalam mewujudkan negeri dan bangsa yang baldatun toyyibatun warobbun ghofur," ungkap Jokowi.
 
(DEV)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif