KPU Siap Hadapi Gugatan eks Koruptor di MK
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Arief Budiman. Foto: Antara/Aprillio Akbar.
Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI siap bertarung jika ada yang menggugat Peraturan KPU (PKPU) soal larangan eks narapidana korupsi maju sebagai calon legislatif. KPU akan membeberkan argumentasi itu di Mahkamah Kontitusi (MK).
 
"Ya KPU harus hadapi (kalau ada gugatan), KPU harus jelaskan apa yang dilakukan KPU bukan tidak berdasar," kata Ketua KPU RI Arief Budiman di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis, 24 Mei 2018.
 
Arief mencontoh pemilihan kepala daerah dan pemilihan presiden. Pada dua pemilu itu diatur setiap calon harus melaporkan harta kekayaannya. Bahkan, calon presiden tidak boleh tersangkut kasus korupsi.
 
"Tapi dalam pemilu legislatif belum diatur, maka KPU memasukkan aturan itu, melaporkan harta kekayaan, kemudian tidak pernah terlibat tindak pidana korupsi," tutur dia.

Baca: KPK Dukung Larangan Mantan Koruptor Nyaleg

Arief mengatakan, pihaknya akan bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mencegah eks narapidana korupsi nyaleg. Ia juga ingin KPK melatih partai politik mengisi laporan harta kekayaan dan membimbingannya agar mendapatkan calon yang bersih.
 
"Teman-teman partai politik nanti juga menyosialisasikan kepada DPW dan DPC nya. Kalau dengan KPU, kami sudah melakukan itu. kami melakukan bimbingan teknis kepada KPU provinsi dan KPU kabupaten kota," pungkas dia.






(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id