Cawapres Jokowi tak Boleh Sekadar Populer

Intan Yunelia 07 Juli 2018 09:26 WIB
pilpres 2019
Cawapres Jokowi tak Boleh Sekadar Populer
Wasekjen PDI Perjuangan Ahmad Basarah/MI/Rommy Pujianto
Jakarta: PDI Perjuangan (PDIP) ingin sosok calon wakil presiden Joko Widodo memiliki kapabilitas. Wasekjen PDIP Ahmad Basarah menyebut Cawapres Jokowi tak boleh hanya sekadar populer.

"Tidak bisa sembarangan posisi cawapres ini, tidak boleh mengandalkan elektabilitas saja, dan popularitas," kata Basarah dalam Prime Time News Metro TV, Jumat, 6 Juli 2018. 

Basarah mengatakan, cawapres Jokowi harus bisa saling melengkapi. Jokowi dan cawapresnya juga harus memiliki chemistry dan pikiran yang sejalan tentang Indonesia ke depan.


"Calon wakil presiden ini bukan ban serep dalam komposisi ketatanegaraan kita," ujarnya. 

PDIP membebaskan Jokowi mencari 'pendampingnya'. Yang jelas, sejumlah nama cawapres telah disodorkan PDIP maupun partai mitra koalisi pendukung Jokowi. 

Basarah tak menampik PDIP juga mengajukan kader internalnya buat dipertimbangkan Jokowi, yakni Puan Maharani. Selain PDIP, mitra koalisi juga menyodorkan nama calon pendamping Jokowi. Namun, Basarah masih enggan mengungkapnya.

"Saya katakan internal PDIP, kemudian dari unsur partai koalisi Pak Jokowi, dan di luar partai politik. Tiga opsi itu selalu mungkin," kata Wakil Ketua MPR itu.



(AGA)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id