Ketua Umum DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie. Foto: MI/Susanto.
Ketua Umum DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie. Foto: MI/Susanto.

Intoleran dan Koruptor Ancaman Terbesar Indonesia

Nasional toleransi beragama
12 Februari 2019 13:41
Jakarta: Kaum intoleran dan koruptor dinilai menjadi ancaman terbesar Indonesia. Keduanya dapat menghancurkan Indonesia.
 
Hal itu diungkapkan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesi (PSI) Grace Natalie dalam pidato poltiknya di Festival 11 Yogyakarta, Senin, 11 Februari 2019. Grace menekankan pentingnya memberantas korupsi dan menjaga toleransi.
 
Grace menegaskan, kaum intoleran dan koruptor sebagai ancaman terbesar bagi persatuan Indonesia. Kombinasi keduanya dinilai semakin marak. Hal itu terlihat dari gerakan kebencian dari kaum intoleran serta perilaku koruptif figur publik khususnya pejabat pemerintah dan anggota legislatif.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini secara langsung melemahkan persatuan di masyarakat. Akibatnya sudah sangat nyata terlihat. Kita, kelompok nasionalis moderat, jadi tidak percaya satu sama lain," kata Grace di Graha Pradipta Jogja Expo Center.
 
Baca: Intoleran Masih Menghantui Indonesia
 
Grace heran dengan partai politik yang mengaku nasionalis tapi ikut meloloskan perda-perda yang diskriminatif dan mendelegasikan mantan koruptor sebagai caleg.
 
"Mengaku nasionalis tapi ambil bagian dalam merampok uang rakyat. Mengaku nasionalis dan memiliki kekuatan politik tapi bungkam ketika rumah-rumah ibadah ditutup. Mengaku nasionalis tapi rutin mengirim kader-kader mereka ke KPK," ujar Grace.
 
Menurut Grace, saat ini banyak yang mengadu domba masyarakat dan mencuri uang rakyat. "Kalau ada orang menyebut dirinya nasionalis, tapi di belakang masih mengadu domba masyarakat dan gemar mencuri uang rakyat. Mereka lebih pantas disebut nasionalis gadungan," kata Grace.
 

 

(FZN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi