Rombongan Ketua DPR Ade Komarudin, Bambang Soesatyo, Ahamdi Noor Supit, MS Hidayat, Misbakhun, dan Firman Soebagyo. Foto: Dok/Istimewa
Rombongan Ketua DPR Ade Komarudin, Bambang Soesatyo, Ahamdi Noor Supit, MS Hidayat, Misbakhun, dan Firman Soebagyo. Foto: Dok/Istimewa

Gunakan Jet Mewah Pengusaha, Kubu Akom Bantah Ada Kepentingan Terselubung

M Rodhi Aulia • 23 Februari 2016 17:19
medcom.id, Jakarta: Politikus Golkar Ahmadi Noor Supit tertangkap kamera di sebuah pesawat jet mewah dengan Ketua DPR Ade Komarudin (Akom). Supit mengakui rombongan Ketua DPR saat itu mendapat pinjaman fasilitas mewah dari seorang pengusaha.
 
Supit membantah pesawat itu adalah gratifikasi. Dia menjelaskan, pesawat itu merupakan milik PT Kodeco-Jhonlin. Salah satu pemegang sahamnya adalah Bambang Soesatyo yang juga berada dalam jet mewah itu.
Bambang, kata Supit, merupakan salah satu komisaris PT Kodeco-Jhonlin, perusahaan yang bergerak di bidang tambang batu bara di Kalimantan Selatan.
 
Supit membantah tudingan Lembaga Advokasi Kebijakan Publik (LAKP) bahwa Akom menerima gratifikasi melalui fasilitas jet mewah. Dia juga menyesalkan sikap M Adnan dari LAKP yang melaporkan foto tersebut ke Mahkamah Kehormatan Dewan.

"Pesawat itu punya Haji Syam. Bambang Soesatyo itu komisaris. Dia bukan pengusaha yang butuh dukungan dari DPR. Beda ceritanya kalau ada pengusaha yang ada udang di balik batu," ujar Supit.
 
Supit dan Bambang adalah bagian dari tim sukses Akom untuk menjadi Ketua Umum Golkar. Saat ini mereka tengah gencar mencari dukungan dari berbagai daerah.
Pesawat ini diduga sengaja digunakan Akom dan kawan-kawan untuk menemui para pemilik suara, yaitu DPD I, DPD II dan organisasi sayap Partai Golkar.
 
"Nanti malam kita rapat. Kita dorong, buat saja aturan. Ketentuan pencalonan disepakati. Orang kan pengin (ingin) cepat sosialisasi. Ada yang kelihatan, ada yang enggak kelihatan. Ya, mungkin ada yang merasa ketinggalan. Cuma bisa dapat satu propinsi. Ya, yang gini-gini (fitnah gratifikasi)," ungkap Supit.
 
Sebelumnya, LAKP melaporkan Akom ke MKD. Dugaan gratifikasi itu disertai dengan bukti dua foto suasana di dalam pesawat jet, yang didapatkan LAKP dari media sosial. Dalam foto itu di antaranya tampak Ahmadi Noor Supit, Misbakhun, Bambang Soesatyo, dan Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto).
 
Dalam kesempatan terpisah, Bambang Soesatyo sempat berang. Bambang mengaku akan melaporkan LAKP dan LSM lain ke kepolisian. Laporan Akom ke MKD dinilai sebagai tuduhan pencemaran nama baik atau fitnah yang dilancarkan jelang Munaslub Partai Golkar.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MBM)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>