Politikus senior Golkar Jusuf Kalla. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo
Politikus senior Golkar Jusuf Kalla. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo

JK Pastikan Bamsoet dan Airlangga Bersatu

Nasional munas golkar
Kautsar Widya Prabowo • 03 Desember 2019 17:53
Jakarta: Politikus senior Golkar Jusuf Kalla mengaku telah menyatukan Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo (Bamsoet). Keduanya sempat bakal bertarung memperebutkan pucuk pimpinan Golkar.
 
"Kita sudah bicara beberapa waktu yang lalu, juga saya yakin pada ujungnya akan bersatu," ujar JK di Hotel Ambhara, Jakarta Selatan, Selasa, 3 Desember 2019.
 
JK menilai bila keduanya bertarung bakalberdampak negatif di masyarakat. Pemilihan dikhawatirkan cuma adu uang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau itu tidak ada habis-habisnya nanti transaksional yang berbahaya. Iya yang pimpinannya bukan lagi yang terbaik, siapa yang paling kaya," kata dia.
 
JK berharap Musyawarah Nasional (Munas) Golkar bakal melahirkan pemimpin yang terbaik.
Dia berharap pencalonan berlandaskan musyawarah.
 
Wakil Presiden RI periode 2014-2019 itu juga berharap semua kader Golkar menghormati hasil akhir pemilihan ketua umum."Tidak bisa menang semua. Karena itulah maka bisa dengan cara musyawarah awal, atau mau habis-habisan di Munas, itu yang pada akhirnya juga nanti timbul lagi Munas tandingan. Jangan terjadilah seperti itu," kata dia.
 
Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) mundur sebagai calon ketua umum (caketum) Golkar. Keputusan ini diambil setelah Bamsoet menerima masukan dan saran tokoh senior Golkar.
 
"Dengan semangat rekonsiliasi yang telah disepakati bersama, demi menjaga soliditas dan keutuhan partai Golkar, maka saya pada sore hari ini menyatakan tidak meneruskan pencalonan saya sebagai kandidat ketua umum Partai Golkar untuk periode 2019-2024," kata Bamsoet di Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Selasa, 3 Desember 2019.
 
Bamsoet mempertimbangkan banyak hal sebelum memutuskan mundur dari pertarungan kursi nomor satu di Golkar. Salah satunya, kondisi yang mulai memanas jelang Musyawarah Nasional (Munas) Golkar.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif