medcom.id, Jakarta: KPK mendalami dugaan pelanggaran oleh Wakil Ketua Saut Situmorang. Lembaga antikorupsi itu membuka kemungkinan pembentukan komite etik untuk menetukan Saut bersalah atau tidak.
Saut diduga melakukan pelanggaran saat berbicara di salah satu televisi nasional, 5 Mei. Dalam kesempatan itu, Saut bicara soal hubungan korupsi dan kejahatan dengan orang-orang berpendidikan. Ia menyebut Himpunan Mahasiswa Islam sebagai contoh.
HMI dan banyak tokoh mengecam pernyataan Saut. Dewan penasihat dan Komite Etik KPK diminta menimbang kelayakan Saut duduk sebagai pimpinan KPK.
Ketua KPK Agus Rahardjo merespon aspirasi publik soal Saut. Ia mengatakan, saat ini, lembaga yang ia pimpin mengumpulkan bahan dan keterangan (pulbaket) sebagai pertimbangan untuk menentukan langkah selanjutnya.
"Artinya, mencoba mencari tahu apakah memang dari hasil pulbaket itu perlu dibentuk komisi etik atau tidak," kata Agus, Kamis (12/5/2016).
Senin awal pekan ini, massa dari HMI unjuk rasa mengecam Saut di depan kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Hari itu juga, Saut meminta maaf kepada pengurus HMI.
Namun, menurut Ketua Umum PB HMI Mulyadi P. Tamsir, kader HMI sudah telanjur sakit hati dengan Saut. Unjuk rasa massa HMI berlangsung ricuh. Massa mencoret plang tanda kantor KPK serta melempari Gedung KPK dengan batu.
Terkait kejadian tersebut, Agus menyesalkan. "Mestinya kami bisa menempuh jalur hukum. Tapi, masa kita berantem cuma gara-gara itu," ujar Agus.
medcom.id, Jakarta: KPK mendalami dugaan pelanggaran oleh Wakil Ketua Saut Situmorang. Lembaga antikorupsi itu membuka kemungkinan pembentukan komite etik untuk menetukan Saut bersalah atau tidak.
Saut diduga melakukan pelanggaran saat berbicara di salah satu televisi nasional, 5 Mei. Dalam kesempatan itu, Saut bicara soal hubungan korupsi dan kejahatan dengan orang-orang berpendidikan. Ia menyebut Himpunan Mahasiswa Islam sebagai contoh.
HMI dan banyak tokoh mengecam pernyataan Saut. Dewan penasihat dan Komite Etik KPK diminta menimbang kelayakan Saut duduk sebagai pimpinan KPK.
Ketua KPK Agus Rahardjo merespon aspirasi publik soal Saut. Ia mengatakan, saat ini, lembaga yang ia pimpin mengumpulkan bahan dan keterangan (pulbaket) sebagai pertimbangan untuk menentukan langkah selanjutnya.
"Artinya, mencoba mencari tahu apakah memang dari hasil pulbaket itu perlu dibentuk komisi etik atau tidak," kata Agus, Kamis (12/5/2016).
Senin awal pekan ini, massa dari HMI unjuk rasa mengecam Saut di depan kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Hari itu juga, Saut meminta maaf kepada pengurus HMI.
Namun, menurut Ketua Umum PB HMI Mulyadi P. Tamsir, kader HMI sudah telanjur sakit hati dengan Saut. Unjuk rasa massa HMI berlangsung ricuh. Massa mencoret plang tanda kantor KPK serta melempari Gedung KPK dengan batu.
Terkait kejadian tersebut, Agus menyesalkan. "Mestinya kami bisa menempuh jalur hukum. Tapi, masa kita berantem cuma gara-gara itu," ujar Agus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TRK)