Wakil Presiden Ma’ruf Amin. MI/Adam Dwi
Wakil Presiden Ma’ruf Amin. MI/Adam Dwi

Wapres: Demokrasi Jangan Hanya Formalitas

Nasional demokrasi Demokrasi Indonesia maruf amin
Emir Chairullah • 28 Oktober 2020 17:09
Jakarta: Wakil Presiden Ma’ruf Amin berharap seluruh pihak berusaha meningkatkan kualitas demokrasi di Indonesia. Proses demokrasi mesti mampu memastikan semakin meningkatnya kepercayaan dan optimisme masyarakat terhadap pemerintahan dan pemimpinnya.
 
“Kita perlu terus berupaya meningkatkan kualitas demokrasi untuk memastikan implementasinya semata-mata bukan hanya untuk keberhasilan mekanisme formal dan prosedural, seperti pembentukan partai politik, pelaksanaan pemilu, pembentukan pemerintah dan parlemen,” kata Ma'ruf dalam acara Anugerah Teropong Democracy Award 2020 melalui konferensi video, Rabu, 28 Oktober 2020.
 
Dia menuturkan demokrasi harus dimaknai bukan hanya sebuah mekanisme formal dan rutin untuk menghasilkan pemimpin-pemimpin melalui penyelenggaraan pemilu. Namun, perlu memastikan mekanisme tersebut benar-benar dapat menjamin terpilihnya pemimpin-pemimpin yang terbaik pada semua tingkatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Demokrasi menjadi pilihan sistem pemerintahan terbaik. Sebab, dapat mengakomodasi beragamnya kepentingan dan aspirasi masyarakat, khususnya Indonesia yang multietnis, agama, bahasa, dan budaya.
 
Selain itu, demokrasi juga dapat berperan sebagai wadah pengikat kesepakatan nasional yang harus dihormati dan dijaga oleh seluruh masyarakat. “Oleh karena itu demokrasi sebagai pilihan sistem pemerintahan harus dibangun di dalam kerangka penguatan kesepakatan-kesepakatan nasional tersebut,” tegas dia.
 
Ma’ruf menilai Indonesia masih kerap menghadapi tantangan dari pemahaman, sikap, dan tindakan sebagian pihak yang tidak menghormati atau bahkan mengingkari kesepakatan. Ia mengimbau seluruh elemen masyarakat memajukan kembali dialog, membangun, dan menjaga kesepakatan, sekaligus mengimplementasikan pelaksanaan demokrasi dengan damai.
 
Dia menyebut sebagai bangsa yang menghormati hak-hak asasi manusia, maka setiap orang berhak berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat yang dijamin konstitusi. "Namun demikian pelaksanan hak tersebut harus diikuti dengan kewajiban untuk menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ucapnya.
 
Ma'ruf berharap komitmen dan dukungan dari seluruh elemen bangsa untuk menjaga dan mewujudkan demokrasi dalam bingkai NKRI yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. Demokrasi harus mampu ditempatkan sebagai proses yang mempersatukan berbagai upaya untuk mencapai tujuan berbangsa dan bernegara.
 
"Apabila terdapat perbedaan, maka harus digunakan cara-cara yang konstitusional dan tidak melanggar hukum, serta harus dihindari adanya perpecahan serta konflik yang dapat merugikan kehidupan berbangsa dan bernegara,” tutur dia.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif