Ketua Wantimpres Pratikno. Foto: Metrotv.
Ketua Wantimpres Pratikno. Foto: Metrotv.

Profil Pratikno, Dari Mensesneg Jokowi hingga Ketua Wantimpres Prabowo

Arif Wicaksono • 02 Oktober 2026 17:15
Ringkasnya gini..
  • Pratikno kembali mendapat posisi strategis di pemerintahan setelah Presiden Prabowo Subianto melantiknya sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) pada Jumat, 2 Oktober 2026.
  • Penugasan tersebut menjadi babak baru dalam perjalanan Pratikno di lingkar pemerintahan setelah sebelumnya selama 10 tahun menjadi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) pada era Presiden Joko Widodo atau Jokowi.
Jakarta: Pratikno kembali mendapat posisi strategis di pemerintahan setelah Presiden Prabowo Subianto melantiknya sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) pada Jumat, 2 Oktober 2026. Penugasan tersebut menjadi babak baru dalam perjalanan Pratikno di lingkar pemerintahan setelah sebelumnya selama 10 tahun menjadi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) pada era Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Sebelum ditunjuk menjadi Ketua Wantimpres, Pratikno merupakan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) dalam Kabinet Merah Putih. Ia menjabat posisi tersebut sejak Presiden Prabowo membentuk kabinet pada Oktober 2024 hingga pergantian posisi pada Oktober 2026.
 
Pratikno lahir di Bojonegoro, Jawa Timur, pada 13 Februari 1962. Latar belakangnya berbeda dari banyak tokoh politik yang masuk ke pemerintahan karena kariernya berangkat dari dunia akademik. Ia merupakan profesor ilmu politik di Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan bidang keahlian antara lain politik lokal dan desentralisasi, politik keuangan negara, kebijakan publik, serta birokrasi.

Pendidikan tinggi Pratikno juga banyak ditempuh di bidang pemerintahan dan politik. Ia menyelesaikan pendidikan S1 Ilmu Pemerintahan di FISIP UGM pada 1985. Setelah itu, ia melanjutkan studi master di Birmingham University, Inggris, dan memperoleh gelar doktor ilmu politik dari Flinders University, Australia.

Karier akademiknya kemudian berkembang di UGM. Pratikno pernah dipercaya menjadi Dekan FISIP UGM sebelum kemudian menjabat sebagai Rektor UGM ke-14 pada periode 2012-2014. Pengalaman tersebut menjadi salah satu modal penting sebelum dirinya masuk ke pemerintahan pusat.

Nama Pratikno mulai semakin dekat dengan dunia politik nasional menjelang Pemilu 2014. Ia disebut menjadi salah satu figur yang berada dalam lingkaran kerja Jokowi pada masa transisi menuju pemerintahan baru. Pada Oktober 2014, Pratikno bahkan menjadi salah satu calon menteri yang dipanggil Jokowi ke Istana sebanyak dua kali.

Hubungan profesional Pratikno dengan Jokowi kemudian semakin kuat setelah ia ditunjuk sebagai Menteri Sekretaris Negara pada Kabinet Kerja periode 2014-2019. Keputusan tersebut secara resmi diumumkan Jokowi pada 27 Oktober 2014. Pratikno menjadi salah satu figur nonpartai yang dipercaya menduduki posisi penting di lingkungan Istana.

Sebagai Mensesneg, Pratikno memiliki posisi strategis karena Kementerian Sekretariat Negara berada di pusat koordinasi administrasi dan dukungan bagi Presiden. Dalam pengenalan kabinet periode kedua Jokowi pada 2019, Jokowi menyebut posisi Mensesneg antara lain berperan menjamin lalu lintas kebijakan antara Presiden dan kabinet serta antara Presiden dengan lembaga-lembaga lain berjalan dengan baik.

Kepercayaan Jokowi terhadap Pratikno berlanjut ketika memasuki periode kedua pemerintahan. Pada Oktober 2019, Jokowi kembali menunjuk Pratikno sebagai Menteri Sekretaris Negara untuk periode 2019-2024. Dengan demikian, Pratikno menjadi salah satu pejabat yang bertahan selama dua periode penuh pemerintahan Jokowi.

Selama satu dekade berada di posisi Mensesneg, Pratikno turut menjadi salah satu pejabat yang kerap menyampaikan keputusan dan kebijakan Presiden kepada publik. Salah satu contohnya terlihat pada Juni 2024 ketika ia menyampaikan keputusan Presiden Jokowi terkait pengunduran diri Bambang Susantono sebagai Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara dan Dhony Rahajoe sebagai Wakil Kepala OIKN.

Masa kerja Pratikno sebagai Mensesneg berakhir setelah Jokowi menyelesaikan masa jabatannya pada Oktober 2024. Dalam serah terima jabatan dengan Prasetyo Hadi, Pratikno menyerahkan buku memori jabatan yang memuat pengalaman dan inovasi birokrasi di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara.

Keberlanjutan Karir di Pemerintahan

Meski era pemerintahan berganti, karier Pratikno tidak berhenti di lingkungan pemerintahan. Presiden Prabowo justru memasukkannya ke dalam Kabinet Merah Putih dan menunjuknya sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Penunjukan itu diumumkan pada 20 Oktober 2024 dan Pratikno kemudian dilantik bersama para menteri lainnya.

Perjalanan tersebut membuat Pratikno menjadi salah satu figur yang mengalami kesinambungan peran dari pemerintahan Jokowi ke pemerintahan Prabowo. Ia bukan hanya pernah menjadi pejabat utama di Istana selama dua periode Jokowi, tetapi juga tetap dipercaya menduduki posisi menteri setelah pergantian presiden pada 2024.

Kini, penugasan Pratikno kembali bergeser dari posisi eksekutif pemerintahan ke lembaga pertimbangan Presiden. Setelah tidak lagi menjabat sebagai Menko PMK, ia dilantik sebagai Ketua Wantimpres pada 2 Oktober 2026. Sebelumnya, ketika ditanya mengenai kemungkinan masuk Wantimpres setelah pergantian jabatan, Pratikno memilih tidak memberikan kepastian dan mengatakan masih menunggu penugasan berikutnya.

Dengan latar belakang akademik, pengalaman sebagai Rektor UGM, serta pengalaman satu dekade mendampingi Jokowi sebagai Mensesneg dan dua tahun sebagai Menko PMK di pemerintahan Prabowo, Pratikno kini memasuki fase baru sebagai Ketua Wantimpres. Posisi tersebut menempatkannya kembali di lingkungan dekat Presiden, tetapi dengan fungsi utama memberikan pertimbangan dan nasihat kepada kepala negara.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>