Neno Warisman. Foto: MI/M Irfan.
Neno Warisman. Foto: MI/M Irfan.

TKN: Neno Contoh Gamblang Agama Dijadikan Kedok Politik

Nasional aksi 212
Nur Azizah • 23 Februari 2019 13:41
Jakarta: Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding, mengkritik Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Neno Warisman. Neno dianggap menjadikan agama sebagai kedok politik.
 
"Neno adalah contoh paling gamblang bagaimana agama dijadikan kedok untuk tujuan politik. Ia menafikan kenyataan bahwa Pak Jokowi-Maruf didukung oleh begitu banyak kiai, santri pondok pesantren, umat Islam yang juga menjalankan salat, zakat, haji, dan berbagai kelompok lintas agama. Apa Neno merasa cuma dia dan kelompoknya yang menjalankan ibadah?" Kata Karding di Jakarta, Sabtu, 23 Februari 2019.
 
Pernyataan Karding didasari doa Neno saat menghadiri Munajat 212. Dalam doanya, Neno sempat khawatir tidak ada yang menyembah Allah bila kubunya tidak menang. Karding mengatakan doa yang dipanjatkan Neno mirip dengan doa Nabi Muhammad saat Perang Badar, antara umat Islam dan kaum kafir Quraisy.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Karding paham umat beragama tidak bisa melepaskan ketentuan-ketentuan yang telah diatur Tuhan dalam menjalankan aktivitasnya, termasuk saat berpolitik. Namun, menjadikan Tuhan untuk tujuan politik seraya menggiring opini seolah lawan politiknya tidak menyembah Tuhan dianggap mengggelikan.
 
"Apa Neno mengira bahwa surga dan Tuhan hanya untuk kelompok mereka? Seolah-olah hanya merekalah kelompok yang menyembah Allah. Pertanyaan saya dari mana Neno bisa mengambil kesimpulan itu? Apa ukurannya sampai ia bisa mengatakan jika pihaknya kalah maka tak akan ada lagi yang menyembah Allah?" ujar Karding.
 
Baca: Neno Warisman tak Tahu Dilaporkan ke Polisi
 
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini pun menilai perkataan Neno tak tidak pantas disebut sebagai doa. Menurut dia, doa itu lebih layak disebut orasi politik yang bersifat pragmatis berkedok agama.
 
Kamis, 21 Februari 2019, Neno sempat membacakan puisi di Munajat 212. Acara itu digelar di Monas, Jakarta Pusat.
 
"Namun, kami mohon jangan serahkan kami kepada mereka yang tak memiliki kasih sayang pada kami dan anak, cucu kami dan jangan, jangan kau tinggalkan kami dan menangkan kami. Karena jika engkau tidak menangkan kami, (kami) khawatir Ya Allah, kami khawatir Ya Allah, tak ada lagi yang menyembahmu," begitu kutipan doa yang dibacakan Neno.
 
Doa yang dipanjatkan Neno sempat viral dan menjadi perbincangan di dunia maya. Banyak tokoh muslim yang menentang doa Neno lantaran dianggap tidak pantas.
 

(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi