FGD menyusunan naskah akademis pengusulan Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan nasional. Foto: Medcom.id/Dheri Agriesta.
FGD menyusunan naskah akademis pengusulan Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan nasional. Foto: Medcom.id/Dheri Agriesta.

Alasan Ratu Kalinyamat Layak Jadi Pahlawan Nasional

Nasional pahlawan
Dheri Agriesta • 15 April 2019 15:27
Jakarta: Ratu Jepara yang dikenal sebagai Ratu Kalinyamat diusulkan kembali mendapatkan gelar pahlawan nasional. Ada dua alasan mengapan dia dianggap pantas mendapatkan gelar itu.
 
Ratno Lukito, koordinator tim penyusun naskah akademik pengajuan Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan nasional, mengatakan dalam sejarahnya Ratu Kalinyamat disebut memiliki armada laut yang kuat. Ia memiliki ratusan kapal dan puluhan ribu prajurit.
 
Selain itu, Jepara pada masa Ratu Kalinyamat juga menjadi salah satu pusat perdagangan karena pelabuhan yang besar. Ratno mengibaratkan Jepara saat itu seperti Singapura pada masa kini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita mendapatkan kesadaran bahwa bangsa kita sebagai poros maritim dunia bukan ahistoris, bukan berasal dari angan-angan tanpa dasar," kata Ratno di Hotel Premier Santika, Jalan KS Tubun, Slipi, Jakarta, Senin, 15 April 2019.
 
Poros maritim adalah salah satu cita-cita besar yang dimiliki Presiden Joko Widodo. Sejumlah pelabuhan dan tol laut pun dibangun mengabulkan keinginan itu.
 
Ratno menegaskan sejarah kejayaan Ratu Kalinyamat menjadi bukti cita-cita poros maritim dunia itu tak mustahil. Ide itu bahkan telah terbangun pada Abad ke 16, masa kejayaan Ratu Kalinyamat.
 
"Makanya Ratu Kalinyamat perlu jadi pahlawan nasional karena dia termasuk tokoh penguasa salah satu area di Nusantara ini yang sudah aware terhadap itu," jelas Ratno.
 
Selain itu, faktor jenis kelamin juga cukup penting. Ratno menyebut kejayaan putri Sultan Trenggana itu menjadi bukti perempuan tak cuma mengurusi urusan dapur.
 
"Ternyata gender equality kita berarti sudah (ada) sejak dulu," kata Ratno.
 
Ratu Kalinyamat adalah pemimpin yang membuat kerajaan kecil di Mantingan. Ratu Jepara ini memerintah selama tiga puluh tahun, pada 1549-1579. Literatur yang menyebut keberadaan Ratu Kalinyamat kebanyakan berasal dari Portugis.
 
Dalam beberapa literatur, Ratu Kalinyamat disebut sebagai wanita pemberani. Puncak kejayaan Kerajaan Jepara pun berada di bawah kekuasannya.
 
Sebelumnya, Ratu Kalinyamat pernah diajukan sebagai calon pahlawan nasional kepada Dewan Gelar Pahlawan Nasional. Namun, permohonan itu tak dikabulkan karena dinilai belum bisa membuktikan keberadaan sang ratu.
 
Bukan mitos
 
Ratno yakin pengajuan permohonan pahlawan nasional Ratu Kalinyamat akan diterima. Setidaknya, tim peneliti akademis telah menemukan tiga bukti primer keberadaan Ratu Kalinyamat yang disebut Rainha de Jepara oleh bangsa portugis.
 
Tiga catatan itu berasal dari tulisan penjelajah Portugis pada Abad 16. Ratno menyebut cerita tentang Ratu Kalinyamat muncul dalam tulisan Suma Oriental karya Tome Pires, Da Asia Jilid VI dan IX karya Diego de Cauto, dan Perenagrio karya Fernando Medopinto.
 
Baca: Ratu Kalinyamat Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
 
"Kalau ditanya mitos atau fakta kita sudah punya bukti dari sumber klasik tadi itu, sumber primer, yang dulu orang belum pernah tahu," kata pengajar di UIN Yogyakarta itu.
 
Hal ini menjawab pertanyaan tim penguji Dewan Gelar saat menolak permohonan calon pahlawan nasional sebelumnya. Saat ini, kata Ratno, tim mulai membuktikan prestasi dari putri Raja Demak ini.
 
"Ini yang sedang kita buktikan, prestasinya itu apa sehingga patut jadi pahlawan," pungkas Ratno.
 
Pengajuan Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan nasional tak hanya datang dari Pemerintah Jepara. Yayasan Dharma Bakti Lestari bersama Yayasan Lembayung Kalinyamatan juga menggelar focus group discussion (FGD) merancang naskah akademis pengajuan permohonan ini. FGD tersebut melibatkan sejumlah ahli dan kementerian serta lembaga terkait.
 
Baca: Naskah Akademik Ratu Kalinyamat Libatkan Pakar Lima Universitas
 
Sosok Ratu Kalinyamat kembali diusulkan menjadi pahlawan nasional. Putri Raja Demak Sultan Trenggana itu dinilai perempuan bergagasan besar dalam poros maritim.
 
Naskah akademik dan bukti penting dari sosok ini digarap pakar dari lima universitas ternama Indonesia.
 
"Banyak ide-ide besar dan luar biasa yang sudah dimiliki oleh Ratu Kalinyamat sebagai perempuan saat itu yang sudah melampaui jauh zamannya, antara lain adalah gagasan poros maritim," kata Pembina Yayasan Dharma Bakti Lestari Lestari Moerdijat.
 
Baca: Sumber Primer Buktikan Keberadaan Ratu Kalinyamat
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif