Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly/Medcom.id/Fachri
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly/Medcom.id/Fachri

Pengamat: Yasonna Dipertahankan karena Politis, Bukan Kinerja

Nasional Jokowi kebakaran PDIP politik Kemenkumham Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) DPR RI Lapas Klas 1 Tangerang Terbakar
Anggi Tondi Martaon • 22 September 2021 11:37
Jakarta: Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly tetap nyaman menduduki jabatannya meski kinerjanya dinilai buruk. Pengamat politik Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, mengatakan Yasonna dipertahankan karena alasan politis, bukan kinerja.
 
"Jadi walaupun kinerjanya jelek, tidak memuaskan, pasti dia akan dipertahankan," kata Ujang Komarudin di Jakarta, Rabu, 22 September 2021.
 
Dia menilai Yasonna ditetapkan sebagai Menkumham karena titipan partai. Sehingga sulit bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencopot eks anggota DPR itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau partai tidak mau mengganti, Pak Jokowi tidak akan mengganti," ungkap dia.
 
Ujang heran dengan sikap PDI Perjuangan yang tetap mempertahankan Yasonna. Padahal, banyak kader PDI Perjuangan yang memiliki kemampuan lebih baik darinya.
 
Selain itu, mempertahankan Yasonna dinilai bakal menjadi beban bagi pemerintah. Sebab, diyakini merusak citra pemerintahan Presiden Jokowi.
 
Baca: Yasonna Anteng Didesak Mundur Sebagai Menkumham
 
"Masyarakat semakin enggak percaya. Ya sudah tahu tidak bagus, tidak berprestasi, sudah banyak salahnya, kenapa dipertahankan?" ujar dia.
 
Kinerja Yasonna sebagai Menkumham kembali menjadi sorotan usai Lapas Klas I Tangerang, Banten, terbakar. Kejadian tersebut merenggut nyawa 49 narapidana. 
 
Banyak pihak yang mendesak agar Yasonna dipecat karena tidak becus mengurusi lapas. Padahal, Yasonna sudah menjabat sebagai Menkumham sejak 2014.
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif