Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

RUU PKS Mendesak di Tengah Ragam Kekerasan Terhadap Perempuan

Nasional DPR RI RUU PKS kekerasan seksual
Fachri Audhia Hafiez • 18 Oktober 2020 15:58
Jakarta: Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) mendesak dibahas. Sebab, kasus kekerasan seksual terhadap perempuan berkembang dan dilakukan dengan beragam motif.
 
"Undang-undang yang kita harap bisa mengakomodasi situasi dan pola-pola kekerasan terhadap perempuan yang terkini. Karena pola dan motifnya selalu berkembang," kata komisioner Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) Bahrul Fuad kepada Medcom.id, Minggu, 18 Oktober 2020.
 
Fuad mengatakan kekerasan terhadap perempuan tidak hanya di ranah domestik. Namun kekerasan ketika perempuan menyuarakan sebuah isu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:RUU PKS Isi Kekosongan Hukum Korban Kekerasan Seksual
 
Ia mencontohkan kekerasan yang dialami ibu-ibu ketika terlibat konflik lahan di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT). Perebutan lahan masyarakat adat dengan pemerintah berujung kekerasan pada perempuan.
 
"Ini yang menurut kami dari Komnas Perempuan jadi sangat penting kehadiran dari UU PKS," ujar Fuad.
 
Fuad juga menyinggung pengenaan hukum terhadap kejahatan kekerasan seksual yang kerap menggunakan pasal dalam UU ITE. Beleid tersebut tidak cocok karena sering pula menjerat korban.
 
"Padahal dia kan juga korban, justru mereka juga mendapatkan hukuman. Ini tidak adil dalam proses," ujar Fuad.
 
Komnas Perempuan berharap RUU PKS masuk prioritas Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2021. Namun perlu pendalaman naskah akademik dan pembaruan dalam draf bakal beleid itu, sehingga sesuai dengan perkembangan saat ini.
 
"Itu draf 2016 yang mestinya dibahas pada 2021. Sehingga Komnas Perempuan bersama jaringan masyarakat sipil juga meng-update. Disesuaikan dengan konteks yang sekarang tapi secara subtansi tidak berubah," ujar Fuad.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif