Indra Jaya Piliang. Foto: MI/M Irfan
Indra Jaya Piliang. Foto: MI/M Irfan

Manuver Menteri Yuddy

Tim Reformasi Birokrasi: Penilaian Kementerian Gaduh Karena Timing

Dheri Agriesta • 09 Januari 2016 12:38
medcom.id, Jakarta: Langkah Menteri Pendayagunnaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi yang mengumumkan hasil evaluasi kinerja kementerian menjadi polemik. Sebagian kalangan bahkan khawatir tindakan Yuddy menciptakan kegaduhan politik.  
 
Tim Reformasi Birokrasi Nasional Indra Jaya Piliang mengakui pengumuman tersebut menimbulkan gaduh. Menurutnya, kegaduhan terjadi lantaran persoalan waktu pengumuman yang berbarengan dengan mencuatnya isu perombakan kabinet.
 
"Ini masalah timing politik, tapi politik memang harus gaduh, kenapa masuk pasar politik," kata Indra di Warung Daun, Jalan Cikini Raya, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (9/1/2016).

Indra menilai penilaian Kemenpan-RB punya landasan dan tak seharusnya dibuat gaduh. Dia menjelaskan Kemenpan-RB menilai 86 instansi. Jumlah itu mencakup kementerian dan lembaga. Penilaian pun dilakukan secara terbuka dengan indikator yang cukup jelas.
 
Dalam penilaian, Kemenpan-RB menilai kesesuaian rencana strategis dengan program yang dilakukan kementerian dan lembaga, poin ini mendapatkan nilai 35 persen. Sedangkan kinerja berbobot 20 persen.
 
"Kinerja itu kelembagaan, bukan menteri. Katakanlah ada satu menteri yang kinerja sangat bagus tahun lalu kalau aspek lain tak terpenuhi nilainya cuma dua puluh," kata dia.
 
Metodologi ini pun telah disepakati kementerian dan lembaga terkait yang dinilai.
 
"Memang ada perbedaan pendapat di dalam terutama menteri yang berurusan dengan hal rutin, seperti pendidikan, sosial, dengan menteri di bidang ekonomi," kata dia.
 
Sementara itu, pengamat politik Hanta Yudha mengatakan, kegaduhan dalam berpolitik jangan sampai memberikan efek negatif. Terutama dalam kondisi politik saat ini
 
"Dalam situasi seperti ini kegaduhan harus bermaksud produktif," kata dia.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KRI)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>