Indikator Politik: Kang Emil-Uu Unggul
Rilis survei kekuatan politik Pilgub Jabar - Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Jakarta: Indikator Politik Indonesia melakukan survei terkait pertarungan kekuatan politik di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Barat 2018. Berdasarkan survei, Ridwal Kamil (Kang Emil) dipilih masyarakat Jawa Barat untuk menjadi gubernur. 

Indikator Politik melakukan survei pada Maret hingga Mei 2018 terhadap 5.169 responden. Responden yang telah ditentukan itu merupakan gabungan survei provinsi dengan sampel 800 responden dan tujuh survei wilayah dapil dengan jumlah sampel minimal 400 responden. Dengan margin of eror kurang lebih 3,5 persen. 

"Dari empat nama calon gubernur, Ridwan Kamil unggul 39,5 persen. Sedangkan Deddy Mizwar 36,3 persen, Sudrajat 3,2 persen, Hasanuddin 2,9 persen, serta 18,1 persen masih mengambang," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanuddin Muhtadi saat memaparkan hasil survei di kantornya, Jalan Cikini V, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 6 Juni 2018. 


Tak hanya itu, Burhanudin menyebut Ridwan Kamil merupakan sosok yang paling banyak disebut di masyarakat. Hal itu berdasarkan pertanyaan siapa nama yang paling banyak disebut. 

"Secara spontan Ridwan Kamil disebut oleh sekitar 25,8 persen pemilih, kemudian Deddy Mizwar 15,5 persen, Sudrajat 2,2 persen, Hasanuddin 2,1 persen, serta 50,9 persen masih belum menyebut nama," ungkap Burhanuddin.  

Ia menambahkan masyarakat lebih memilih paslon Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum dibanding paslon Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi (duo DM). Ridwan-Uu mendapatkan suara sebesar 40,9 persen. 

Sedangkan, duo DM dipilih 35,6 persen responden. Lalu, Sudrajat dan Ahmad Syaikhu dipilih 5,3 persen responden, sementara TB Hasanuddin dan Anton Charliyan hanya dipilih 2,7 persen responden. 

"Paslon Ridwan Kamil - Uu Ruhzanul Ulum hingga saat ini masih unggul atas paslon Deddy Mizwar - Dedi Mulyadi. Namun, tidak terpaut jauh, hanya sekitar 5,3 persen," tutur dia. 

Sementara dua paslon lain, Sudrajat - Ahmad Syaikhu dan TB Hasanuddin - Anton Charliyan, dukungannya masih jauh tertinggal. 

Meskipun Deddy Mizwar berada di bawah Ridwan Kamil, kata Burhanuddin, dari segi popularitas duo DM berada di angka paling tinggi, yakni  89,5 persen. Sedangkan Ridwan Kamil sebesar 78,4 persen. Sudrajat dan Hasanuddin baru dikenal oleh sekitar 24 persen  dan 27 persen pemilih.

Meskipun Deddy Mizwar populer di kalangan masyarakat, namun belum memuaskan dalam hal kesukaan masyarakat. Masyarakat lebih menyukai Ridwan Kamil dibanding Deddy Mizwar. Ridwan disukai masyarakat 87,8 persen, sedangkan Deddy 83,4 persen, Sudrajat 69,9 persen dan Hasanuddin 59,6 persen. 

"Terlihat pertarungan politik di Pilkada Jabar ini kian sengit. Ada plus minusnya antara Ridwan Kamil dan Deddy Mizwar," ujarnya.

Menurutnya, Deddy Mizwar dan Ridwan Kamil sejauh ini masih merupakan tokoh yang paling populer dan memiliki tingkat kesukaan yang paling tinggi. 

Ia meyakini, hal itu sebagai dasar Ridwan Kamil dan Deddy Mizwar paling banyak didukung dibanding dua paslon lainnya. "Mereka dilihat masyarakat paling populer dan dengan kualitas yang tinggi," pungkas dia. 





(REN)