Mantan aktivis 98 Budiman Sudjatmiko. Foto: Annisa Ayu Artanti/Medcom.id
Mantan aktivis 98 Budiman Sudjatmiko. Foto: Annisa Ayu Artanti/Medcom.id

Usulan PBNU Soal Sistem Pemilihan Presiden Tak Kuat

Nasional Amendemen UUD 45
Annisa ayu artanti • 01 Desember 2019 15:31
Jakarta: Usulan dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengenai pemilihan presiden dan wakil presiden kembali dipilih MPR dinilai tidak kuat. Sebab, mengubah sistem pemilihan yang sudah lama terbentuk tidak mudah. Harus menimbang dampak positif dan negatif dari sistem penggantinya.
 
"Usulan boleh-boleh saja. Tapi menurut saya harus lihat positif, negatifnya," kata mantan aktivis 98 Budiman Sudjatmiko kepada Medcom.id di kawasan SCBD, Jakarta, Minggu, 1 Desember 2019.
 
Budiman tak mempermasalahkan usulan dari PBNU. Namun, dia meyakini banyak organisasi masyarakat yang tak setuju dengan usulan itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mencontohkan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Muhammadiyah tidak setuju mengenai usulan tersebut dan meminta dipertimbangkan ulang.
 
"Aspirasi tidak masalah. Tapi tentu saja ada aspirasi lain yang bekerja dan bergerak. Muhammadiyah mengatakan (pemilihan) langsung tetap. NU mengatakan tidak langsung. PDIP mengatakan langsung tetap," ujarnya.
 
Istana Kepresidenan sebelumnya menegaskan presiden tetap harus dipilih langsung oleh rakyat. Presiden Joko Widodo tak mau sistem pemilihan presiden dikembalikan kepada MPR.
 
"Beliau (Jokowi) tegas mengatakan, 'Saya lahir dari pemilihan presiden secara langsung. Karena itu, saya akan tetap mendukung pemilihan presiden secara langsung, tidak melalui MPR," kata juru bicara Presiden Fadjroel Rachman.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif