Presiden Joko WIdodo (tengah) bertemu Yursil Ihza Mahendra (kanan). Foto: Biro Setpres
Presiden Joko WIdodo (tengah) bertemu Yursil Ihza Mahendra (kanan). Foto: Biro Setpres

Yusril Enggan jadi Menteri Jokowi

Nasional kabinet jokowi
Eko Nordiansyah • 01 Juli 2019 05:00
Jakarta: Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra mengaku akan menolak tawaran menjadi menteri dalam kabinet Joko Widodo-Maruf Amien mendatang. Yusril memilih ingin melanjutkan pekerjaannya sebagai pengacara ketimbang menjadi pembantu Jokowi di periode kedua nanti.
 
"Belum ada pembicaraan apa-apa (terkait tawaran menteri), jadi saya tetap sebagai advokat. Pekerjaan sebagai advokat itu pekerjaan yang sangat menyenangkan bagi saya sebenarnya," kata dia ditemui di Kantor Pusat KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Minggu 30 Juni 2019.
 
Mantan Menteri Hukum dan HAM ini tidak mempermasalahkan apakah ada di dalam pemerintahan atau di luar pemerintahan. Namun, jika harus masuk kabinet, maka hal tersebut tentu berdasarkan bertimbangan yang matang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau sekiranya harus masuk ke pemerintahan tentu kalau saya merasa betul ada hal-hal masalah-masalah konstitusi, masalah hukum, masalah HAM yang memang harus diselesaikan di negara ini," tutur dia.
 
Menurut dia, persoalan hukum bisa berdampak luas terhadap sektor-sektor lainnya. Oleh karena itu, dirinya akan fokus menangani kepastian hukum yang bisa mendorong investasi di negeri ini sebagaimana keinginan Presiden Jokowi.
 
"Terutama penanaman modal, bisnis, dan investasi yaitu persoalan kepastian hukum di negara ini. Saya kira kalau saya terlibat dirasakan perlu, mungkin saya fokusnya akan menanggani persoalan-persoalan seperti ini," pungkas dia.
 

(SCI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif