Menhan: Diplomasi Bagian Integral Pertahanan Negara
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu saat memberi pembekalan terhadap mahasiswa Unhan. Foto: Kemhan
Bogor: Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menekankan pentingnya diplomasi sebagai bagian integral bagi sistem pertahanan negara. Dengan diplomasi, ia yakin ancaman terhadap keutuhan negara bisa dihindari.

"Postur pertahanan negara yang tangguh harus diiringi dengan kebijakan tata kelola pertahanan negara yang efektif dan profesional," kata Ryamizard saat memberi pembekalan terhadap mahasiswa program studi Diplomasi Pertahanan, Universitas Pertahanan (Unhan), Senin, 3 Desember 2018.

Kepada mahasiswa, ia menekankan pentingnya komitmen bersama dalam mewujudkan pertahanan negara yang tangguh. Mantan kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ini juga meminta mahasiswa untuk terus mempelajari hakikat ancaman.


"Mahasiswa wajib mengambil peranan penting dalam dinamika politik internasional saat ini. Pemikiran Anda harus bermanfaat bagi eksistensi negara di tengah dinamkika kondisi lingkungan strategis yang terus berubah," kata Ryamizard.

Menurutnya, strategi pertahanan nasional Indonesia tak lain untuk mengamankan kepentingan nasional. "Yakni, melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia," tegas dia.

Menhan juga menyampaikan bahwa perwujudan strategi pertahanan negara harus menyejahterakan masyarakat. "Kemhan senantiasa mengedepankan penyelenggaraan pertahanan negara yang kondusif bagi stabilitas keamanan nasional, regional, dan global," paparnya.






(UWA)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id