Tiga Faktor Penyebab Meningkatnya Fenomena Paslon Tunggal

Dheri Agriesta 02 Juli 2018 17:24 WIB
pilkada 2018
Tiga Faktor Penyebab Meningkatnya Fenomena Paslon Tunggal
Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal.
Jakarta: Peneliti senior Lembaga Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris menilai ada tiga penyebab meningkatnya fenomena calon tunggal dan kotak kosong di Pilkada 2018. Faktor pertama regulasi yang cukup ketat dalam memajukan pasangan calon kepala daerah.

"Persyaratan untuk memajukan pasangan calon itu kan meningkat luar biasa, parpol minimun 20 persen kursi atau 25 persen suara di legislatif lokal," kata Haris di hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 2 Juli 2018.

Persyaratan makin rumit buat pasangan calon dari perseorangan. Paslon perseorangan harus mengantongi syarat dukungan sebesar 6,5 persen hingga 10 persen dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT). 


"Ini lebih sulit lagi, sehingga ini menjadi salah satu faktor mengapa ada 16 paslon tunggal pada Pilkada Serentak 2018," kata Haris.

Baca: Kotak Kosong Jadi Pembelajaran

Padahal, jumlah paslon tunggal dalam Pilkada Serentak 2017 berjumlah sembilan paslon. Pada Pilkada Serentak 2015, jumlah paslon tunggal jauh lebih sedikit, tiga paslon.

Faktor kedua penyebab maraknya fenomena paslon tunggal adalah tingginya mahar politik. Haris mengingatkan keluhan La Nyalla Matalitti yang dimintai mahar oleh Partai Gerindra saat ingin maju dalam Pilkada Jatim.

Belum lagi, kata Haris, keluhan Ketua DPD Jawa Barat Partai Golkar Dedi Mulyadi yang mengaku dimintai mahar oleh DPP Partai Golkar sebesar Rp10 miliar. Haris menegaskan, mahar politik yang mahal ini juga menjadi pendukung fenomena paslon tunggal.

Faktor terakhir adalah kegagalan kaderisasi partai politik. Kaderisasi seharusnya menjadi basis rekrutmen partai politik. Ia menegaskan, hal ini tak dilakukan partai politik Indonesia.

"Sehingga partai politik itu hanya menunggu siapa yang datang membawa kantong berisi uang," kata dia.



(AZF)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id