Presiden Joko Widodo . Foto: Antara/Wahyu Putro.
Presiden Joko Widodo . Foto: Antara/Wahyu Putro.

Jokowi Dinilai Terbuka Pada Rakyat

Nasional kabinet jokowi kabinet kerja
Sri Yanti Nainggolan • 15 Agustus 2019 23:36
Jakarta: Sikap Presiden Joko Widodo untuk terbuka menyampaikan rencana pembentukan kabinet Jilid II kepada publik dinilai menghidupkan demokrasi Indonesia. Jokowi bahkan dianggap telah memberi gambaran kinerja pemerintahannya untuk lima tahun ke depan.
 
Peneliti senior Centre for Strategic and International Studies (CSIS) J Kristiadi menyebut Jokowi sudah memenuhi tanggung jawabnya kepada rakyat soal perkembangan kabinetnya. Apalagi, demokrasi bukan hanya sekedar memilih pemimpin tanpa mengetahui program lima tahun ke depannya.
 
"Dia itu begitu dipilih puluhan juta orang, dia tidak mau mematikan suara itu. Kenapa? Karena yang namanya suara di dalam negara demokrasi itu suara Tuhan," kata Kristiadi dalam diskusi di kantor Indonesia Corruption Watch (ICW), Kamis, 15 Agustus 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kristiadi menilai keputusan Jokowi untuk menyampaikan rencana pembentukan kabinetnya sudah tepat. Jokowi bisa meminta dukungan publik untuk pemerintahan lima tahun ke depan.
 
Salah satu contohnya adalah pernyataan Jokowi yang menginginkan komposisi menteri 45 persen dari partai dan 55 persen dari kalangan profesional. Pernyataan tersebut menunjukkan legitimasi Jokowi. Artinya, Jokowi tak hanya mendapat dukungan dari partai, tetapi juga masyarakat.
 
Jokowi sebelumnya telah mengumumkan komposisi untuk kabinet Jilid II. Sebanyak 55 pesen porsi menteri periode II bakal datang dari profesional nonparpol. Sisanya, kader partai pendukung yang sudah disepakati parpol masing-masing.
 

(JMS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif