Deputi SDM Aparatur KemenPAN-RB Setiawan Wangsaatmadja. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Deputi SDM Aparatur KemenPAN-RB Setiawan Wangsaatmadja. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Cegah Radikalisme, Tes Wawasan Kebangsaan CPNS Diperbesar

Nasional seleksi cpns
Fachri Audhia Hafiez • 31 Oktober 2019 08:28
Jakarta: Deputi Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Setiawan Wangsaatmadja memastikan porsi lebih dalam tes wawasan kebangsaan calon pegawai negeri sipil (CPNS). Hal ini guna mencegah radikalisme masuk ke jajaran aparat sipil negara (ASN).
 
"Setidaknya kurang lebih mungkin 60 persen dari total soal. Tetapi nanti panitia seleksi (pansel) yang memutuskan," kata Setiawan di Kantor KemenPAN-RB, Jalan Jenderal Sudirman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, 30 Oktober 2019.
 
Setiawan mengatakan soal-soal yang akan diujikan ke peserta menyesuaikan perkembangan zaman dan isu yang tengah berkembang saat ini. Dengan demikian, secara struktural soal-soal dalam tes CPNS sebelumnya dipastikan tidak bakal sama.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita setiap tahun merumuskan dari visi misi profil ASN yang kita harapkan nantinya seperti apa dan itu diekspresikan ke dalam kisi-kisi dan soal," ujar Setiawan.
 
Sebelumnya, MenPAN-RB Tjahjo Kumolo menegaskan tes wawasan kebangsaan wajib dilalui peserta, karena mengandung materi mengenai kebangsaan dan ideologi Pancasila. Tes tersebut dinilai penting guna mencegah paham radikal menyebar di instansi pemerintahan.
 
"Selain melalui CPNS, bagi yang lulus seluruh rangkaian seleksi pun akan mengikuti prajabatan. Proses penempatan karier yang didalamnya tentu ada monitoring dan pencegahan radikalisme," ujar Tjahjo.
 
Sebanyak 152 ribu lowongan baik di tingkat instansi pusat maupun daerah siap diperebutkan calon peserta CPNS 2019. Pendaftaran dimulai 11-24 November 2019. Panitia merencanakan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dilaksanakan paling lambat Februari 2020.
 
Sementara, Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) direncanakan mulai awal Maret 2020. Sedangkan pengumuman kelulusan paling cepat April 2020.
 

(SCI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif