Paslon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno memberikan keterangan pers terkait putusan MK tentang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2019 di Jakarta,. ANT/Sigid
Paslon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno memberikan keterangan pers terkait putusan MK tentang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2019 di Jakarta,. ANT/Sigid

Prabowo Minta Pendukungnya Tegar

Nasional pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Ilham Pratama Putra • 27 Juni 2019 23:37
Jakarta: Calon presiden (capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto memintapendukungnya tetap tegar menerima hasil keputusan Mahkamah Konstitusi (MK). MK menolak seluruh gugatan Prabowo-Sandiaga.
 
"Saya minta seluruh pendukung Prabowo-Sandi mari kita tidak berkecil hati. Kita tetap tegar, tetap tenang, tetap penuh dengan cita-cita mulia," kata Prabowo di kediamannya, Jakarta Selatan, Kamis, 27 Juni 2019.
 
Ketua Umum Partai Gerindra itu berharap putusan ini dapat diterima. Dia menghimbau pendukungnya untuk tidak bertindak diluar jalur konstitusi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Selalu dalam kerangka damai, anti kekerasan dan setia pada konstitusi kita. Yaitu undang-undang dasar Republik Indonesia 1945," ujarnya.
 
Yang terpenting, kata Prabowo, seluruh pihak memikirkan kepentingan bangsa yang lebih besar. Keutuhan bangsa dan negara adalah yang utama.
 
"Saya minta bahwa kita harus memandang seluruh anak bangsa sebagai saudara kita sendiri," pungkasnya.
 
MK menolak seluruh permohonan sengketa Pilpres 2019 dari Prabowo-Sandiaga Uno. Dengan demikian, pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin sah menjadi presiden dan wakil presiden terpilih periode 2019-2024.
 
'Menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya,' kata Ketua MK Anwar Usman saat membacakan putusan di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat.
 
Putusan ini diambil secara bulat oleh sembilan hakim MK. Tidak ada perbedaan pendapat (dissenting opinion) dalam pengambilan putusan ini.
 
Dalam pertimbangannya, MK memang mematahkan seluruh dalil yang diajukan pasangan calon nomor urut 02. Prabowo dianggap tidak dapat membuktikan adanya kecurangan terstruktur, sistematis, dan masfi (TSM) dalam Pilpres 2019.
 
MK salah satunya menolak dalil tim kuasa hukum Prabowo-Sandiaga terkait adanya 2.984 tempat pemungutan suara (TPS) atau 895.200 suara siluman. Pasalnya, daerah mana saja yang terdapat TPS siluman tidak dapat dibuktikan.
 
MK juga menilai sistem informasi penghitungan (situng) Komisi Pemilihan Umum (KPU) tak dapat dijadikan dasar penghitungan rekapitulasi suara. Situng tak dapat memengaruhi hasil rekapitulasi suara nasional secara berjenjang.
 

(NUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif